Title
: Love Disaster (Part 2)
Scriptwriter
: HanaYuki13
Main
Cast : Kai EXO, Key SHINee, and OC.
Genre
: Fantasy, Romance, Tragedy, School Life.
Length
: Series
Rating
: PG-15
Summary
:
Harusnya aku tidak pernah meminumnya….
Harusnya aku tidak pernah…
Pandangan mataku kabur. Samar samar, aku melihat bayangan hitam.
Dewa
kematian kah? Sudah kuduga…dia akan datang…
*Author PoV*
“Kau...kenal gadis
itu?” Tanya Junghwan pada pacarnya, Min Sohee.
“Tentu saja. Dia
teman sekelasku saat kelas 1 dulu. Wae?”
“Ireumi mwoeyo?”
Tanya Junghwan lagi.
“Han Hyora. Ya!
Kalau kau terus bertanya tentang gadis itu kau benar-benar akan membuatku
cemburu kau tahu!?” Seru Sohee sembari mengambil lengan Junghwan dan meletakkan
kepalanya di bahu pria tersebut dengan manja. Junghwan tersenyum sembari
mencubit pipi kekasihnya.
“Bagaimana mungkin?
Aku hanya penasaran dengan tingkah laku gadis itu! Tidakkah kau merasa dia
sangat aneh? Kenapa dia harus menyembunyikan wajahnya dan lari seperti itu?
Seperti habis melakukan sebuah kejahatan saja...” Ucap Junghwan mengembangkan
senyumannya. Tunggu. Kenapa jantungku
berdebar?
“Penasaran? Ya! Kau
benar-benar ingin membuatku cemburu ya? Kalau benar, gadis itu benar-benar akan
mati!” Seru Sohee seraya mengacungkan tinjunya.
“Ya! Untuk apa kau
cemburu pada gadis itu? Bukankah kau adalah kekasihku? Tidak usah berpikir
berlebihan!” Balas Junghwan seraya tertawa menutupi rasa cemasnya. Bodoh. Harusnya aku tidak menanyakan gadis
itu tadi.
Kau tak tahu. Betapa
menakutkannya Sohee itu...
***
*Hyora PoV*
“Hyora-ya!” Seru
Key, Onew, Jonghyun, dan Minho bersamaan begitu aku memasuki ruangan latihan.
Mereka lalu saling menatap satu sama lain dan menyumpah tanpa suara. Aku
menghembuskan nafasku berat.
Sudah kuduga ini akan terjadi.
“Oh Yura-ya!” Seru
Taemin sembari melambaikan tangannya seraya tersenyum pada Yura. Menghancurkan
hatiku berkeping-keping.
Sihir ini...kapan akan menghilang!?
Yura. Orang yang
disapa Taemin. Sama sekali tidak menatap pria tersebut dan malah melangkah
mendekatiku.
“Hyora-ya! Sudah
kuduga itu kau! Aku memperhatikanmu dari belakang, harusnya aku menyapamu
tadi!” Ucap Yura sembari tersenyum padaku. Dapat kulihat Taemin menurunkan
tangannya dengan tampang kecewa.
Omong kosong. Kau memang sedang menjauhiku karena rasa
bersalahmu bukan?
“Yura-ya...tidakkah
kau merasa kau itu keterlaluan?” Bisikku segera.
“Keterlaluan apanya?
Memang apa yang kulakukan?” Balasnya tanpa rasa bersalah, pada Taemin tentu
saja.
“Tetap saja...”
“Oh Oppa!” Yura
segera menghampiri Jonghyun sembari mengangkat buku gambar dan spidol yang
sedari tadi dibawanya. “Temanku sangat histeris begitu aku memberitahunya aku
dekat dengan Oppa, dan dia meminta tanda tangan Oppa! Bisakah Oppa tanda
tangan? Disini?”
Yura. Gadis itu benar-benar...
Key menghampiriku.
Dan kami mengobrol beberapa saat sebelum Jonghyun berdiri dan berjalan ke
tengah ruangan.
“Semuanya! Ayo kita
mulai rekam videonya! Bukankah Minhee eonni sebentar lagi ada acara? Tidak ada
waktu lagi! Ayo mulai!”
Semua penari kecuali
aku dan keempat member SHINee kemudian berdiri dan bersiap ke posisi mereka
masing-masing.
“Sudah
waktunya..ayo!” Seru Key sembari menggenggam tanganku.
“Oh? Ne...” Aku pun
berdiri dan mengikuti langkahnya.
Kamera menyala.
Tarian untuk video Goodbye Love dance practice SHINee yang akan di upload di
Youtube pun dimulai.
Tarian sudah sampai
bagian akhir. Begitu bibir Key berada di telingaku. Aku dapat mendengar dia
berbisik.
“Saranghae...”
***
*Han Hyora PoV*
Aku memegang
bibirku. Jantungku masih berdebar kencang sejak tadi.
‘Saranghae...’
Kenapa? Kenapa dia menyatakan cintanya di saat seperti itu?
Kenapa dia mencium bibirku? Aku tak menyangka dia akan mengambil langkah
seberani itu di saat bahkan belum ada waktu 1 minggu sejak aku meminum ramuan
terkutuk itu.
Aku mendengar suara
ketukan pintu.
“Hyora-ya...neo
waeirae? Sejak pulang dari tempat latihanmu kau tidak mengeluarkan suara
sedikitpun...neo apa?”
“Aniya eonni...na
gwaenchana...tak usah mengkhawatirkanku...” Ucapku berbohong.
“Jinjja gwaenchana?”
Tanya eonni lagi.
“Eo...”
***
*Key PoV*
Bodoh! Seharusnya kau tidak menciumnya! Tidakkah kau lihat dia
menangis karena ulahmu!? Kutukku dalam hati
sembari mengusap bibirku dengan jari telunjuk.
Tapi...ciuman itu benar-benar tidak buruk.
“Hyung...hyung
benar-benar mencium Hyora?” Tanya Taemin untuk keempat kalinya.
“Neo jinjja! Harus
berapa kali lagi kau mengulang pertanyaanmu itu hah!? Ne Taemin-nie...aku
menciumnya, wae!?”
“Itu karena kau
tidak juga menjawab pertanyaanku...” Ucap Taemin lalu sedikit menundukkan
kepalanya. Tak lama kemudian dia kembali menatapku. “Jinjja? Hyung benar-benar
menciumnya?”
“Neo jinjja!”
“Ya!” Aku menoleh ke
arah Onew. “Kau tahu kau tidak memiliki hak untuk marah pada Taemin kan?”
Aku terdiam. Sejak
tadi Onew, Minho dan Jonghyun memang mengadakan perang dingin denganku.
“KAU TAHU APA YANG
SUDAH KAU LAKUKAN!?” Bentak Onew, Minho langsung menepuk pundak Onew.
“Hyung...sudahlah...sudah...”
Ucap Minho menenangkan seraya menatapku tajam.
“Aah...jinjja!” Onew
mengacak-acak rambutnya marah.
Mataku memerah. Benar rupanya. Onew menyukai Hyora.
Aah...jinjja! Sihir apa sebenarnya yang dimiliki Hyora sehingga membuat keempat
member SHINee termasuk aku terperangkap dalam daya tariknya!?
“Begitu rupanya...”
Desisku. “Hyung menyukai Hyora, kan? Ya kan?”
“APA ITU MASALAHNYA
SEKARANG IMMA!!” Bentak Onew penuh amarah. “KEURAE! Aku menyukai gadis itu,
wae!? Aku mencintainya setengah mati, WAE!?”
“Hyung....sudahlah...”
Minho berusaha menenangkan Onew sekali lagi.
“Hyung...kurasa dia
tidak benar-benar mengerti dengan apa yang dia lakukan, ja...”
“Kau pikir kau itu
anak-anak!? Kau itu sudah berumur 23 tahun!” Bentak Onew lagi memotong kalimat
Jonghyun. “Meskipun aku ada di posisimu, betapapun aku mencintainya aku takkan
mencium bibirnya IMMA!”
“Gawat...” Jin
menatap seluruh member SHINee dengan tatapan gusar. “Sepertinya video dance
training yang sudah dihapus dari Youtube menimbulkan skandal. Ternyata sudah
ada netizen yang melihat video itu dan menyebarkannya pada netizen lain. Mereka
menemukan alasan video itu dihapus...”
Onew menundukkan
kepalanya lalu menegakkan kepalanya lagi. “Boleh aku memukul Kibum?”
***
*Author PoV*
Mwoya? Pencarian pertama di Naver adalah skandal Key SHINee
dengan seorang dancer? Bukankah SHINee adalah boyband yang menari bersama
adikku? Batin Hyomin. Sepertinya menarik...
Hyomin, seperti
biasa, menarik halaman itu ke bawah dan hanya melihat komentar-komentarnya.
‘Apa yang dilakukan
Key Oppa!? Benar-benar tidak tahu malu! Tidakkah dia tahu dia melakukannya di
depan kamera!? Apa dia merencanakan melakukannya di depan fans juga!?’
‘Ya! Dasar kau
wanita jalang! Siapa yang kau bilang tidak tahu malu!? Kau sama saja dengan
wanita yang dicium Key, dia pasti sudah menggoda Key sehingga Key menciumnya!
Sadarlah kau wanita jalang!’
‘Siapa yang kau
bilang wanita jalang? Tak ada bukti wanita itu menggoda Key Oppa bukan?
Lagipula kalaupun benar wanita itu menggoda Key Oppa, Key Oppa juga pasti
sangat murahan sehingga mencium bibir gadis itu seperti itu! Kau tidak
melihatnya? Jelas-jelas Key Oppa yang maju dan mencium bibir wanita itu!’
See more...
‘Aahh jinjja..!
Sudah kuduga semua orang akan meributkan hal itu! Apa hanya aku yang mendukung
hubungan Key dengan gadis itu? Aku tahu dia sama sekali tidak sopan dengan
mencium gadis itu di depan kamera dan orang yang mengunggah video ini pasti
sangatlah bodoh tidak menyadari adanya ciuman Key dengan gadis itu...tapi aku
mendukung hubungan mereka. Apa hanya aku saja yang berpikir seperti itu?’
‘Ne, hanya kau...’
‘Kalian mungkin
berpikir terlalu berlebihan. Bukankah ini hanya koreografi dari tariannya? Key
menutup matanya dan memajukan kepalanya lebih ke depan mungkin hanya untuk
menimbulkan skandal. Yaa...kurasa Key benar-benar tukang pencari perhatian
tidakkah begitu?’
‘Heol...orang bodoh yang lainnya...’
See more...
‘Meskipun kupikirkan
berulang kali juga aku benar-benar tidak menyangkanya...bagaimana mungkin uri
Oppa mengkhianatiku seperti itu? TT_TT Ya! Ada yang tahu nama wanita sialan
itu!?’
‘Heol...kalau aku tahu aku juga akan menyantetnya sekarang
juga!’
‘Han Hyora...namanya
Han Hyora...percayalah padaku, aku sekelas dengannya di sekolah.’
‘Han Hyora, kuharap kau-
Hyomin membelalakkan
matanya. Adikku?
Hyomin segera
menarik kembali halaman itu ke atas dan melihat video yang tersedia di artikel
tersebut. Begitu dia menekan tombol start, lagi-lagi dia membelalakkan matanya
melihat wanita yang menjadi pasangan Key. Benar
adikku...
Hyomin buru-buru
menutup laptopnya saat bagian Key mencium Hyora. Meskipun ciuman itu dihalangi
oleh tangan Key. Sesuai dengan koreografi.
“Key...neo jinjja
chukkeosseo!”
***
*Hyora PoV*
Aku menuruni tangga
sembari mengusap mataku. Mimpiku masih teringat jelas di otakku. Mimpi yang
sangat mengerikan. Aku bermimpi setelah aku memakan mawar selama
bertahun-tahun, tiba-tiba mulai tumbuh mawar di atas kepalaku, mawar itu tumbuh
semakin besar seiring dengan berjalannya waktu. Dan aku mengurung diri di dalam
rumah siang dan malam karena terdapat banyak sekali laki-laki yang
mengetuk-ketuk pintu rumahku memintaku untuk keluar. Mereka semakin terobsesi
denganku. Ke tingkat dimana mereka tidak berpikir dengan akal sehat mereka
lagi. Seperti sasaeng fans. Aku terjaga setiap malam takut-takut ada salah satu
pria yang berhasil memasuki rumahku dan menggerayangiku. Mimpi berakhir ketika
mawar yang tumbuh di atas kepalaku sudah semakin besar dan para pria itu mulai
melakukan apa saja untuk memasuki rumahku. Apa saja. Hingga akhirnya mereka
berhasil menerobos rumahku. Menatapku penuh dengan nafsu. Dan mereka menghisap
sari-sari bungaku. Akupun meninggal.
Untung itu hanya
mimpi. Batinku. Tapi aku juga tidak bisa menafikkan kenyataan bahwa mungkin
kejadian itu akan terjadi. Kejadian di mana sihir itu semakin kuat hingga
mereka tak sanggup lagi menahan rasa cinta mereka yang tak tersampaikan karena
aku tak juga menerima mereka dan mereka semakin terobsesi denganku. Kecuali
mawar yang tumbuh di kepalaku tentu saja. Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat.
Aniya...Han Hyora! Itu hanyalah
perasaanmu saja! Para laki-laki itu tak mungkin akan bertindak sampai segitunya
hanya untuk mengejarmu!
Tapi...Key bahkan mencium bibirku...dan itu baru hari ke-5 aku
memakan mawar bukan? Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat sekali lagi. Aniya! Jangan berpikiran seperti itu! Mimpi
itu takkan terjadi, tidak akan!
“Mwohaeyo Hyora-ya?”
Tanya Hyomin eonni. “Menggeleng-gelengkan kepalamu seperti itu. Kau sedang
memikirkan sesuatu?”
“Aniya eonni, bukan
apa-apa...” Ucapku berbohong sembari tersenyum tipis. “Sarapannya sudah siap
eonni?”
Hyomin tersenyum
membalas senyumanku. “Eo...makanlah.”
Aku pun berjalan
menuju meja makan.
5 menit kemudian...
“Kau...harus ke
sekolah setelah ini kan?” Tanya Hyomin dengan nada gusar. Dari wajahnya sepertinya
dia sedang menyimpan sesuatu yang sangat ingin dia sampaikan.
“Tentu saja...wae?”
“Aniya...bukan
apa-apa...makanlah makananmu...” Ucap Hyomin membuat rasa penasaranku memuncak.
“Aaah...eonni, ada
apa? Kenapa tampangmu seperti itu? Ayolah....beri tahu aku!” Pintaku dengan
nada manja.
“Aniya...bukan
apa-apa! Cepat makan makananmu!” Perintah eonni sekali lagi, aku pun langsung
berdiri dari tempatku duduk.
“Kalau eonni tidak
juga memberitahuku alasannya aku takkan makan sarapan ini dan langsung berangkat
menuju sekolah! Na jinjjada!” Ancamku kemudian.
“Arasseo,
arasseo...duduklah dulu. Eonni akan memberitahumu okay? Jadi makan makananmu!”
Aku kembali duduk
dan menatap eonni sembari mengerucutkan bibirku. “Palli malhae!”
“Eo...kau...sudah
membaca artikelnya?” Tanya eonni dengan wajah seolah menyesali apa yang dia
katakan.
“Mwo? Artikel apa?”
Tanyaku kemudian.
“Kau...dengan
Key...berciuman kan?” Ucap eonni berusaha memilah kata-kata yang tepat untuk
diucapkan padaku. Aku berhenti mengunyah. “Sepertinya berita itu sudah menyebar
dan seluruh dunia sudah mengetahuinya. Artikelnya bahkan termasuk ke dalam
artikel paling dicari...kurasa...kalau kau berangkat sekolah, sesuatu yang
buruk mungkin akan terjadi. Yah...seperti....kau tahu kan?”
***
*Han Hyora PoV*
‘Pakailah topi dan masker, setidaknya itu akan menyembunyikan
wajahmu...’
Aku menunduk dalam
begitu melihat sekumpulan wartawan yang ada di depan gerbang sekolah.
Sepertinya satpam sekolah sudah berusaha mengusir mereka tapi mereka menolak
untuk pergi.
“YA! Kalian
menghalangi jalan anak-anak sekolah yang ingin masuk! Gunakan otak kalian!
Apakah Han Hyora akan memasuki sekolah begitu saja melihat sekumpulan wartawan
seperti kalian? Tentu saja dia akan lari ketakutan!” Ucap Kang Ahjussi (satpam
sekolah) sembari mendorong mundur para wartawan itu, gagal.
“Kalau dia lari maka
kita tinggal mengejarnya. Selesai, kan?”
“Bagaimana kalau Han
Hyora malah sembunyi di suatu tempat setelah melihat kalian? Hah? Apa yang akan
kalian lakukan?”
“Ahjussi. Han Hyora
takkan mungkin sembunyi selamanya di tempat dia sembunyi sekarang! Dia juga
harus sekolah! Aah...inilah alasan kenapa ahjussi tetap menjadi satpam
sekolah...”
“MWO!? YA! Anak ini
benar-benar!” Kang Ahjussi langsung menggenggam kerah baju wartawan yang sedari
tadi berdebat dengannya erat-erat. Wartawan itu tersenyum tipis.
“Ibwayo
ahjussi...kalau ahjussi menggunakan kekerasan padaku ahjussi tahu apa yang akan
terjadi kan? Aku ini wartawan, ada kamera yang akan langsung menyiarkannya ke
seluruh negara Korea kalau ahjussi menggunakan kekerasan padaku...” Ucap
wartawan itu seraya melepas tangan Kang Ahjussi yang sedang menggenggam kerah
bajunya. Aku melihat wajah wartawan itu. Sangat
tampan...untung aku memakai masker dan topi ini. “Aah jinjja, harus
seberapa panjang aku menjelaskannya? Itulah kenapa ahjussi hanya bisa bekerja
sebagai satpam...”
“Anak ini jinjja!
Naka! Keluar dari sekolah ini! Semuanya keluar! Kalian wartawan-wartawan
busuk!” Kang Ahjussi mengusir semua wartawan itu sembari terus menyumpah.
Wartawan yang sedari tadi memancing kemarahan Kang Ahjussi, mengorek sebelah
kupingnya dengan satu jari lalu menjilat ujung bibirnya sebelum kembali
mengangkat suara.
“Ahjussi...sepertinya
ahjussi tidak mau mengakui IQ dan pekerjaan ahjussi sendiri ya? Cih...sangat
memalukan.”
“NEO!!” Kang Ahjussi
sudah mengacungkan tinjunya namun aku segera menghentikannya dengan berjalan
melewati Kang Ahjussi dan wartawan tampan di depannya.
“Sillyehamnida...”
Kang Ahjussi
memegang leher belakangnya dengan amarah yang ditahannya. “Aah...anak muda
zaman sekarang ini benar-benar! Aigoo anakku yang malang....harus hidup di
zaman seperti ini!”
Aku berhasil
melewati para wartawan itu dengan selamat. Aku tersenyum puas. Wartawan tampan itu, dia bahkan tidak bisa
mengenaliku tapi sesumbar tentang IQ dan pekerjaan dengan Kang Ahjussi?
Terlihat sekali tingkat IQ-nya..
“Tunggu...ya, kenapa
murid tadi memakai masker dan topi? Sangat mencurigakan...”
Aku mengembangkan
senyumku. Terlambat. Aku sudah masuk
melewati gerbang sekolah. Percuma saja.
“Jangan-jangan itu
Han Hyora?” Ujar wartawan lain.
“Benar Han Hyora!
Aah...jinjja! Harusnya kita menahannya tadi!”
“Ibwayo Han
Hyora-ssi!! Han Hyora-ssi!”
Wartawan-wartawan
itu kemudian memanggil-manggil namaku yang jelas saja tidak kuperdulikan.
Bodoh. Mana mungkin aku kembali dan dengan senang hati bersedia
diwawancarai oleh mereka? Batinku penuh rasa
kemenangan saat tiba-tiba, aku merasakan ada sesuatu yang mengenai kepalaku. Apa ini? Aku memegang topiku. Telur
busuk. Aku menoleh ke arah telur busuk itu tadi melayang. Hanya ada orang yang
lalu lalang.
“YA! Keluar kau
sekarang juga! Mwoya? Melemparku dengan telur busuk dan kabur begitu saja?
Pengecut sekali! Ya!” Teriakku penuh amarah.
“Ya, bukankah itu
Han Hyora?” Tanya seorang laki-laki pada temannya sembari menunjukku.
“Majayo Han Hyora.
Sudah kuduga dia akan diperlakukan seperti ini. Ya! Turunkan jarimu!”
Wajahku memerah.
Kulihat orang-orang yang lalu lalang menatapku dengan sorot mata kasihan
sembari menutup hidung. Terkutuk kau
siapapun itu yang melempar telur busuk padaku!
“Hyora-ya!” Panggil
seseorang. Aku menoleh. Jinni. “Gwaenchana? Siapa yang melakukan ini padamu?”
Tanyanya sembari mengeluarkan tisu dari tasnya dan berusaha membersihkan telur
busuk yang ada di topi dan sebagian rambutku. “Aigoo deorowo! Siapapun dia
kudoakan dia terkutuk selamanya!”
Itu aku. Akulah yang terkutuk selamanya.
Tiba-tiba, ada
seorang pria yang berlari dan berdiri di depanku sembari mengangkat kerah jas
seragamnya ke atas kepala. Aku terkejut. Dia...pria yang kutabrak di depan
perpustakaan kemarin.
“Gwaenchana?”
Tanyanya sembari tersenyum padaku. Aku tak mampu mengeluarkan kata apa-apa.
“Mian...Karena tidak bisa melindungimu dari telur yang tadi.”
Aku membelalakkan
mataku. “Jangan bilang kau...” Pria itu hanya tersenyum, dia kemudian berjalan
mundur sembari mempertahankan senyumannya. Saat berbalik, aku bisa melihat
telur busuk yang mengenai jas pria itu. “Ya neon...!”
Pria itu memberikan
tanda bahwa dia baik-baik saja dengan tangannya sembari terus berjalan.
“Bukankah itu Junghwan?”
Jinni mengangkat suaranya.
“Junghwan?” Tanyaku
kemudian.
“Eo...kudengar dia
berpacaran dengan Min Sohee. Mollayo Min Sohee?”
“Yang barusan
Junghwan, kan?” Tanya seorang wanita pada temannya.
“Eo...majayo
Junghwan-nie.” Jawab temannya.
“Yaa...Han Hyora
benar-benar akan mati!”
Aku menoleh pada
Jinni, dia menggunakan isyarat ‘Mati kau’ dengan tanggannya. “Jinjjada. Kalau
begitu, annyeong!”
Aah...kalau begitu aku benar-benar akan mati! Benakku lalu meneruskan langkahku menuju kelas.
***
*Author PoV*
“Yang tadi itu apa?”
Tanya Sohee menghalangi langkah Junghwan.
“Yang tadi...?”
Junghwan tersenyum kikuk. Sial. Dia melihatnya. “Yang tadi yang mana?”
“YA!!” Teriak Sohee,
membuat murid-murid di koridor melihatnya dengan tatapan kaget. “Apa kau
benar-benar akan seperti ini padaku!? Eo!?”
“Apa yang kau
maksudkan...? Aku...benar-benar tidak-“
Sohee menampar
Junghwan. “Apa kau akan terus seperti ini? Kau sama sekali tidak mementingkan
perasaanku! Kau benar-benar kejam, ara?”
“Sohee-ya na
jinjja...”
“Siapa yang lebih
kau cintai? Jalang itu atau aku...! Palli malhae! Aku tidak suka melihatmu
terus berpura-pura tidak tahu seperti itu! Kau hanya akan membuat hatiku
semakin sakit, ara?” Sohee meneteskan air mata. “Cih, apa yang kulakukan? Tentu
saja kau tidak melihat hatiku. Apa pentingnya hatiku bagimu tidakkah begitu?”
“Sohee-ya.” Junghwan
menggenggam kedua lengan atas Sohee. “Kau tahu kau itu kekasihku. Kau merupakan
wanita pertama yang kucintai kau tahu, kan? Bagaimana mungkin aku memilih gadis
itu dari dirimu? Aku menolongnya karena kasihan, itu saja. Kalau kau ada di
posisinya aku pasti akan melakukan hal yang sama. Jadi jangan menangis lagi,
eo? Kau membuat hatiku semakin sakit Sohee-ya...”
Tentu saja Junghwan
berbohong.
“Nappeun nom...”
Sohee memukul dada Junghwan dengan air mata yang terus mengalir. “Kau pikir aku
tidak tahu kalau kau mencintai gadis itu? Aku sudah mengenalmu bertahun-tahun.
Kau pikir aku tidak tahu tatapan matamu dengannya seperti tatapan seorang pria
yang menginginkan seorang wanita? Apa kau akan terus memperlakukanku seperti
wanita bodoh, hah?”
Junghwan memeluk
Sohee. “Sohee-ya, saranghae...saranghandago! Harus kukatakan berapa kali
kalimat itu? Kita berpacaran selama 2 tahun dan kau tahu aku bukan orang yang
akan mencampakkanmu begitu saja hanya karena seorang...........wanita
jalang...jadi hapus air matamu. Kumohon jangan menangis lagi. Kau tahu aku
benar-benar benci melihat wanita menangis..”
“Arasseo, tapi
sebagai gantinya...jangan pernah mendekati wanita itu lagi. Jangan pernah,
bahkan untuk melihatnya sedetik saja. Betapapun rasa kasihanmu pada wanita itu
jangan pernah menolongnya. Atau wanita itu benar-benar akan mati dengan
tanganku sendiri. Arasseo?”
“Eo...”
***
*Han Hyora PoV*
Aku baru saja ingin
melangkah memasuki kelas begitu Hyeri, ketua kelas, maju ke depan kelas dan
berseru.
“Ya! Siapapun yang
telah melakukan hal ini benar-benar akan mati! Tidakkah kalian pikir kalian
keterlaluan? Dia jelas-jelas tak bersalah kenapa kalian malah mengincarnya jadi
bulan-bulanan seperti itu! Keluar kau! Benar-benar pengecut!” Ucap Hyeri dengan
air muka marah.
“Ada apa...?”
Tanyaku kemudian saat aku memasuki kelas. Hyeri menatapku dengan tampang
terkejut.
“Hyora-ya...”
Aku menoleh ke arah
anak-anak di kelas. Merekapun melihatku dengan ekspresi yang sama dengan Hyeri.
Beberapa melirik meja tempatku duduk dengan tampang iba.
Aku mengikuti mata
mereka.
Kulihat mejaku.
Sudah penuh dengan
coret-coretan.
Kurasa aku tahu apa
saja yang akan menantiku hari ini.
***
*Han Hyora PoV*
Sial. Para wartawan itu masih ada disana. Aku melihat jam. Sudah hampir waktuku untuk tampil di Music
Core. Bagaimana ini? Aku mati-matian
menahan air mata yang sudah mendesak keluar dari mataku. Hari ini benar-benar
hari sialku, tidak hanya aku terkena lemparan telur busuk, mejaku juga penuh
dengan coret-coretan, aku disiram air saat keluar dari kamar mandi, dan lokerku
penuh dengan sampah. Siapapun orang yang melakukannya dia benar-benar terkutuk.
“Eotteokhae?”
Tanyaku pada diri sendiri. Aku tak mungkin bisa menghindari mereka dengan masker
dan topi yang sama. Mereka pasti akan mengenaliku. Air mata yang terbendung di
mataku hampir tidak bisa kutahan lagi.
“Hyora-ya...ada
apa?” Tanya seseorang, aku menoleh. Kim Yura.
“Yura-ya....” Aku
langsung memeluknya dan menangis di pelukannya.
“Kenapa kau basah
kuyup seperti ini? Bau apa ini? Telur busuk? Kau di-bully? Malhaebwa! Katakan
padaku siapa yang mem-bullymu! Dia benar-benar akan mati di tanganku!” Ucap
Yura dengan amarah yang tersirat di nada suaranya.
“Molla...kau pikir
orang sepengecut itu akan keluar begitu saja saat dipanggil? Aku yakin...ini
karena skandalku dengan Kibum Oppa...”
“Mianhaeyo...ini
salahku...kalau saja...kalau saja hari itu kita tidak pergi ke sana. Kau takkan
meminum ramuan terkutuk itu dan ini semua takkan terjadi...” Aku melepas
pelukanku dan menatap Yura. Kalau-kalau dia menangis lagi. Dia tersenyum
menatapku. “Tenang saja, aku tak mungkin menangis di saat seperti ini...”
“Geundae
eotteokhaji? Aku tak mungkin melewati para wartawan itu dengan selamat
Yura-ya...aku sudah melewati mereka sekali dan tak mungkin mereka akan tertipu
untuk kedua kalinya...” Ucapku kemudian.
“Tenang saja. Ada
aku. Aku akan memakai topi, tas dan maskermu juga menyembunyikan warna
rambutku. Dan saat aku dikerubungi wartawan kau bisa melewati wartawan itu dengan
selamat. Eottae?” Tawar Yura.
“Tapi bukankah kau
juga harus berangkat ke Music Core?”
“Keokjongma...aku
akan memastikan kau pergi terlebih dahulu baru aku melepas maskerku.” Ucapnya
sembari tersenyum.
“Aah..ne..”
Entah kenapa aku
merasa seperti orang yang sangat bodoh menanyakan hal tersebut pada Yura.
Yura lalu memakai
topi dan maskerku, kami bertukar tas dan dia berjalan menuju para wartawan yang
sudah menunggu di depan gerbang. Seperti yang direncanakan, para wartawan itu
dengan bodohnya langsung mengerubungi Yura dan menyerangnya dengan berbagai
macam pertanyaan.
“Hyora-ssi, apakah
kau benar-benar menggoda Key sehingga dia menciummu di saat dance practice?”
“Kudengar kau
dilempar oleh telur busuk apakah itu benar?”
“Hyora-ssi, apa benar
kau dibully?”
Yura hanya menunduk
dan meminta jalan untuk pulang, tapi para wartawan itu malah makin menyerbunya
dengan berbagai pertanyaan.
Akting yang bagus Yura-ya...
Batinku sembari tersenyum senang. Saat Yura berjalan dan para wartawan itu
mengikutinya dan aku yakin tidak ada wartawan lain yang tersisa, aku segera
berjalan melewati gerbang dengan menundukkan kepalaku.
“Hyora-ssi!” Panggil
seseorang. Oh tidak. Aku menoleh. Itu wartawan tampan yang tadi. Wajahku
terlihat. Dia tersenyum sembari menyerbuku dengan berbagai macam pertanyaan.
Tidak...Dia melihatku...
“Benarkah kau
menggoda Key?” Tanyanya, entah sudah berapa kali dia mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang sangat tajam padaku.
Gawat. Aku kesusahan
menahan air mataku.
“Hyora-ssi,
setidaknya jawab salah satu pertanyaanku. Satu saja.”
Aku menunduk dalam.
“Maaf, permisi. Kau menghalangi jalanku.”
Hari ini sudah benar-benar melelahkan.
“Hyora-ssi, sedikit
saja. Kumohon jawab pertanyaanku.” Pintanya sembari berusaha melihat wajahku
yang sedang menunduk. Begitu kurasa dia hampir melihatnya, aku memalingkan
wajahku. Wartawan itu terdiam di tempatnya berdiri. Akupun mengambil jalan
melewati wartawan tampan itu.
“Apa yang kau
lakukan? Kenapa kau berhenti?” Tanya kameramennya.
“Dia menangis...”
Ucap wartawan tampan itu.
“Mwo?”
“Kubilang dia
MENANGIS!” Bentak wartawan itu pada temanya.
“Ke...kenapa kau
marah?”
Aku memejamkan
mataku erat-erat. Sudah kuduga ini akan terjadi.
***
*Author PoV*
Soonwoo mengendarai
mobilnya. Jinpyo, kameramen yang ada di sampingnya, menatapnya takut-takut.
“Soonwoo-ya...gadis
itu memang menangis, tapi kenapa kau harus semarah itu? Kau, apa mungkin kau
mengenalnya? Apa dia kekasihmu? Kenapa kau tidak memberitahunya padaku.
Setahuku kau tidak punya kekasih setelah putus dari Jeongmi.”
“Hyung...kumohon
diamlah...” Pinta Soonwoo. Jinpyo langsung menutup mulutnya.
Beberapa menit
berlalu dalam keheningan. Soonwoo kemudian kembali mengangkat suaranya. “Hyung,
apakah kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama?”
Jinpyo tak menjawab,
Soonwoo menoleh padanya sekilas lalu kembali mengangkat suara. “Hyung!”
“Bukankah kau
menyuruhku diam?”
“Aah..hyung ini
benar-benar!”
“Arasseo...arasseo...!”
Tukas Jinpyo kemudian. “Aku percaya.”
“Wae?” Tanya
Soonwoo.
“Karena aku jatuh
cinta pada Suzy Miss A pada pandangan pertama.” Seru Jinpyo sembari
tersenyum-senyum sendiri.
“Aa hyung!”
“Arasseo...arasseo!”
Ucap Jinpyo kemudian. “Sss...kurasa aku sedikit kurang percaya dengan cinta
pada pandangan pertama. Tidakkah menurutmu itu sangat murahan? Lagipula aku
tidak pernah melihat langsung orang yang mengalami cinta pada pandangan
pertama.”
“Jadi murahan ya...”
Gumam Soonwoo sembari terus menatap ke depan.
“Tentu saja. Tapi,
kenapa kau tiba-tiba bertanya hal seperti itu?”
“Cinta murahan
itu...sepertinya aku mengalaminya.”
“Jinjja?” Tanya
Jinpyo terkejut. Dia langsung memasang ekspresi muka bersalah. “Ani...aku tidak
bermaksud mengatakan cinta pada pandangan pertama itu murahan. Hanya saja,
menurutku...”
“Gwaenchana.” Ujar
Soonwoo. “Aku juga menganggapnya murahan.”
“Soonwoo-ya..”
“Aniya ini pasti
bukan cinta.” Ucap Soonwoo kemudian. “Hyung, kurasa...Han Hyora itu memiliki
rahasia sehingga membuatku dan Key jatuh cinta seketika padanya. Pasti.”
“Mwo? Jadi wanita
itu Han Hyora?”
“Eo...” Ujar
Soonwoo. “Aku harus mencari tahu.”
***
*Han Hyora PoV*
Aku sampai di
backstage SHINee. Sejenak aku melihat tampilanku. Basah kuyup begini. Apa tidak apa-apa? Tapi aku tak memiliki waktu
yang cukup untuk mengeringkan rambut dan mengganti pakaianku. Sudahlah. Aku membuka pintu backstage.
Di dalamya kulihat member SHINee sedang di bangkunya masing-masing. Sepertinya
mereka sedang mengadakan perang dingin.
“Hyora-ssi!” Seru
Choi Jin. Dia membelalakkan matanya begitu melihat penampilanku. “Ada apa
denganmu!? Apa yang terjadi?”
“Yah...ini...”
“Kau habis
menangis?” Tanya Choi Jin lagi.
“Aniya...apa aku
terlihat seperti orang yang habis menangis?” Aku bertanya balik pada Jin.
“Eo...” Ucap Jin
kemudian.
Key menatapku dengan
tatapan khawatir luar biasa. “Gwaenchana?”
“Apa kau pikir dia baik-baik
saja?” Tanya Onew sinis. Key terdiam. “Sekarang kau baru sadar akibat dari
perbuatanmu itu HAH!?”
“Hyung...” Taemin
mengangkat suara.
Mata Key memerah.
Sepertinya dia ingin menangis.
“Haha...kau
menangis? Setelah semua yang kau lakukan kau hanya bisa menangis? Kau itu
laki-laki!” Bentak Onew kemudian. “Makanya sudah kubilang kau harusnya berpikir
sebelum bertindak! Semua ini tidak akan terjadi kalau bukan karena ulahmu!”
Tidak. Ini semua terjadi karena ulahku.
Onew bangkit dari
tempat duduknya. Seperti ingin menghajar Key. Aku buru-buru menghalanginya.
“Aniya Oppa! Ini bukan salah Kibum Oppa!”
“Mwo? Terus salah
siapa lagi, hah?” Aku terdiam. Tak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya.
“Minggir.”
Aku tidak bergeming
dari tempatku berdiri. Onew mengambil jalan ke kiri, aku menghalanginya. Ke
kanan, aku menghalanginya lagi. “Neo jinjja...!” Onew terdiam. Aku tahu dia
tidak bisa memarahiku. Onew menatapku dengan mata memerah. “Kau tahu kenapa aku
melakukan ini?”
Aku terdiam.
“Neol saranghanikka.
Karena aku mencintaimu, aku tidak tahan melihat orang lain membuatmu seperti
ini! Karena aku mencintaimu, aku setengah mati ingin melindungimu! Karena aku
mencintaimu, aku ingin menghajar siapapun yang sudah membuatmu seperti ini!”
Aku menahan air mata
yang hampir menetes dari mataku. “Ani...kau tidak mencintaiku. Kau hanya
berpikir kau mencintaiku. Kau tertipu dengan emosimu, menutup matamu, dan hanya
percaya dengan dirimu sendiri! Percayalah Oppa, kau tidak mencintaiku. Karena
aku mengetahui perasaan yang ada di hatimu lebih dari siapapun juga!”
Aku segera melangkah
keluar dari backstage dengan air mata yang mengalir. Menyisakan rasa bingung
dan keheningan di ruangan itu.
***
“Apa maksudnya? Hyung hanya tertipu dengan emosinya? Aku
benar-benar tidak mengerti...” Ucap Taemin memecah keheningan.
Key, yang mukanya memancarkan ekspresi marah. Bangkit dari
tempat duduknya.
“Mau kemana kau!?” Tanya Jin. Key tak menjawab.
Sedangkan Minho dan Jonghyun tenggelam dalam perasaan
pikiran mereka masing-masing. Karena mereka juga, memiliki perasaan yang sama.
***
*Han Hyora PoV*
Aku menenangkan diriku dan menatap langit malam. Indah.
Namun keindahan itu tak cukup untuk memperindah suasana hatiku. Onew, Key,
tidak...semuanya...semuanya tertipu dengan perasaan yang mereka miliki. Yang
mereka pikir adalah cinta, sebenarnya hanyalah sihir terkutuk yang menyiksa
hati dan pikiran mereka.
Aku jongkok dan menutup mukaku. Air mataku kembali mengalir.
Hyora, apa yang sudah
kau lakukan? Kau benar-benar terkutuk! Harusnya dari awal kau tidak memilih
untuk meminum ramuan itu. Apa gunanya Taemin mencintaimu kalau itu hanya karena
sihir? Seperti yang kau bilang, itu bukanlah rasa cinta yang sebenarnya...
Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu menyelimutiku. Aku membuka
mataku. Key. Dia sedang menyelimutiku dengan jaket miliknya.
“Masuklah. Kau bisa sakit.” Ucapnya kemudian.
“Na gwaenchana. Ka.”
Melihat orang-orang yang terkena sihirku benar-benar hanya
akan memperburuk suasana hatiku.
“Kau pikir aku bodoh? Aku tahu saat dimana kau bohong dan
tidak. Kau jelas-jelas berbohong saat kau mengatakan dirimu baik-baik saja.
Jadi masuklah. Jangan membuatku semakin khawatir lagi denganmu.”
Aku berdiri lalu menatap Key tepat di kedua matanya. “Kau
bilang kau tahu saat dimana aku berbohong dan tidak?”
Key mengangguk.
“Kalau begitu sekarang aku hanya akan mengatakan kejujuran
padamu.” Ujarku sembari menatap Key dengan tatapan serius.
“Katakanlah.”
“Aku...bukanlah gadis sebaik yang kau pikir.” Kataku. “Aku,
adalah orang yang mampu menyiksa banyak orang hanya untuk kepentinganku sendiri
dan juga, yang kau rasakan padaku itu
bukanlah cinta seperti yang kau pikirkan. Kau hanya tertipu dengan emosimu, itu
saja..karena itu...”
Kalimatku terhenti begitu kurasakan sesuatu yang lembut
mendarat di bibirku. Key menciumku. Dengan sangat lembut. Aku memejamkan mataku
dan merasakan jantungku berdebar kencang. Air mataku kembali mengalir.
“Jangan mengatakan hal seperti itu lagi...” Ujarnya setelah
melepas ciumannya. “Kau itu adalah gadis paling istimewa yang pernah kutemui.
Dan juga, rasa ini...ini benar-benar cinta. Entah kau menyebutnya seperti apa
juga. Aku yakin ini benar-benar cinta. Jadi, berhenti menyalahkan dirimu dan
terimalah perasaan yang memang pantas untukmu.”
“Aku ini...”
“Aku tak peduli sejahat apapun dirimu...” Potong Key. “Aku
tidak peduli siapa orang yang kau sukai...kau tahu kenapa?”
Aku menatap Key.
“Neol saranghanikka.”
***
*Author PoV*
“Hyung.” Ujar Soonwoo, Jinpyo menoleh.
“Mwo?”
“Han Hyora...ternyata, Onew juga menyukainya.”
“Mwo??”
Soonwoo langsung menyalakan rekaman yang barusan direkamnya.
‘Neol saranghanikka.
Karena aku mencintaimu, aku tidak tahan melihat orang lain membuatmu seperti
ini! Karena aku mencintaimu, aku setengah mati ingin melindungimu! Karena aku
mencintaimu, aku ingin menghajar siapapun yang sudah membuatmu seperti ini!’
“Jinjjada...yaa~ jadi ini yang kau dapat dari membuntuti Han
Hyora! Daebak! Ini bisa menjadi berita yang sangat menarik! Tapi, kenapa kau
memberikannya padaku bukan pada Kim Sunbaenim?”
“Ini belum semuanya, aku juga mendapatkan foto saat Key dan
Hyora berciuman untuk kedua kalinya.” Ujarnya kemudian. Jinpyo langsung
bertepuk tangan.
“Yaa~ daebak! Eodi, eodi? Aku ingin melihatnya!”
Soonwoo lalu menyalakan kamera dan menunjukkan foto yang
membuat hatinya serasa teriris pisau.
“Ya imma! Ini bisa menjadi headline! Cepat serahkan pada Kim
Sunbaenim! Aku yakin moodnya akan langsung bagus setelah dia melihat ini!”
“Aku tidak bisa langsung menyerahkannya begitu saja.” Tukas
Soonwoo.
“Wae?”
“Masih ada sesuatu....sesuatu yang menjanggal. Han Hyora,
gadis itu, dia pasti menyembunyikan sesuatu...hyung tahu kenapa?”
“Wae?”
Soonwoo kembali menyalakan rekamannya.
‘Ani...kau tidak mencintaiku. Kau hanya berpikir kau
mencintaiku. Kau tertipu dengan emosimu, menutup matamu, dan hanya percaya dengan
dirimu sendiri! Percayalah Oppa, kau tidak mencintaiku. Karena aku mengetahui
perasaan yang ada di hatimu lebih dari siapapun juga!’
“Sss...isanghane. Kenapa dia
mengatakan sesuatu seperti itu? Bukankah itu hanya akan menimbulkan kebingungan
pada orang lain?”
“Karena itu...” Ucap Soonwoo. “Dia
pasti mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain sehingga dia
mengatakan sesuatu seperti itu. Pastinya...ada sesuatu yang dia sembunyikan
dari orang lain. Hyung, aku takkan menyerahkan berita ini pada Kim Sunbaenim
sampai aku menemukan kebenaran di balik cerita ini. Pecahan puzzle ini, ini
belum selesai....”
***
*Author PoV*
“Kalau begitu apakah kita sudah bisa melihat penampilan
selanjutnya?” Seru Tiffany.
“Penampilan penuh cinta, SHINee dengan Goodbye Love!” Ucap Seohyun
penuh semangat.
Kamerapun berpindah dari menyorot ketiga MC tersebut (TaeTiSeo)
menuju SHINee. Dan para penonton berteriak histeris.
“Eonni, itu ya yang namanya Han Hyora?” Tanya Seohyun sembari
menunjuk Hyora.
“Eo, wae?” Tanya Taeyeon.
“Sangat cantik. Pantas Key
menyukai dia. Sampai membuat skandal seperti itu. Benar-benar tidak dewasa.”
Ucap Tiffany.
“Bukan hanya Key..eonni tak tahu, ya? Hampir semua anak SHINee
menyukai dia. Aku tak tahu dengan Lee Taemin.” Ujar Seohyun pada Tiffany.
“Jinjja? Semuanya?” Tanya Tiffany terkejut. Seohyun mengangguk.
“Eo. Aku datang ke dorm mereka. Ada urusan dengan Taemin. Dan dia
mengatakannya, kalau semua hyungnya menyukai Han Hyora.” Cerita Seohyun dengan
sedikit berbisik.
“Yaa~ Han Hyora benar-benar sesuatu!” Ucap Taeyeon.
“Tapi, aku khawatir...sejak kejadian Key yang mencium Han Hyora.
Hubungan para member SHINee jadi memburuk. Aku takut, akan ada konflik dalam
yang memecah belah hubungan mereka.” Ujar Seohyun.
“Jinjja? Kau pikir itu akan terjadi?” Tanya Taeyeon.
“Eo...saat aku kesana mereka sudah mengadakan perang dingin.
Tidakkah menurutmu sesuatu yang sangat buruk akan terjadi?”
“Eii..jangan mengatakan hal itu. Kalau kau bilang begitu, sesuatu
yang buruk akan benar-benar terjadi.” Ujar Tiffany.
“Jinjja? Aah...mulut ini benar-benar!” Kutuk Seohyun sembari menepuk-nepuk mulutnya.
“Kurasa mereka takkan sekanak-kanak itu.” Taeyeon angkat bicara. “Kalau
benar mereka akan hancur hanya karena seorang gadis, mereka pasti sudah hancur
sejak dulu. Jadi, aku percaya kebersamaan yang mereka lalui selama
bertahun-tahun sudah akan cukup mempererat hubungan mereka. Han Hyora, hanya
karena gadis itu mereka tidak akan hancur.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar