Pages

Senin, 03 Agustus 2015

Love Disaster [END]

Title : Love Disaster (Part END)
Scriptwriter :  HanaYuki13
Main Cast : Kai EXO, Key SHINee, and OC.
Support Cast : SM Artist and OC
Genre : Fantasy, Romance, Tragedy, School Life.
Length : Series
Rating : PG-15
Summary :
Harusnya aku tidak pernah meminumnya….
Harusnya aku tidak pernah…
Pandangan mataku kabur. Samar samar, aku melihat bayangan hitam.
Dewa kematian kah? Sudah kuduga…dia akan datang…

*Author PoV*
Tidak hadirnya Kai di acara Weekly Idol membuat penampilan member lain kurang maksimal walaupun mereka sudah berusaha keras untuk menutupi rasa takut dan cemas mereka. Hyomin bolos 3 mata pelajaran di kuliahnya untuk mencari adiknya. Kai tidak mau pulang sampai dia menemukan Hyora di gedung tua tersebut, membuat para member lain pontang-panting mencarinya. Juga mencari Hyora. Paranormal tersebut lalu menelepon SM Entertainment, melaporkan bahwa Kai berada di sana.
Semuanya gelisah di dalam dorm EXO, Kai yang tidak juga pulang serta kemungkinan bahwa Hyora telah mengakhiri hidupnya di suatu tempat di luar sana membuat batin serta pikiran mereka tersiksa. Kalau bukan karena larangan dari SM Entertainment untuk tidak keluar dari dorm, mereka pasti sudah tidak duduk manis di dalam dorm dan mencari ke seluruh penjuru Seoul, bahkan mungkin lebih. Terdengar suara seseorang berteriak dengan suara serak meminta dirinya untuk dilepaskan di depan dorm EXO, membuat D.O dan Sehun berlari ke depan. Mereka jelas mengenal suara itu, itu suara Kai.
“Hyung!” Seru Sehun sembari menghampiri Kai yang keadaannya sudah seperti orang gila. Wajah pucat dan rambut acak-acakan.
“Lepaskan aku! Dimana Hyora?? Seharusnya kalian membawa Hyora ke hadapanku! Apa yang kalian lakukan?? Gadis bodoh itu bisa saja menghabisi nyawanya di tempat itu! Aku harus menemukannya! Aku harus menemukan gadis itu!! LEPASKAN AKU!!” Teriak Kai dengan air mata mengalir. Matanya bengkak, dia pasti sudah menangis selama berjam-jam.
“HYUNG!! Sadar!” Bentak Sehun sembari meninju dada Kai. Pria itu hampir-hampir terjatuh setelah ditinju seperti itu, tenaganya pasti sudah terkuras habis. “Lihat keadaan Hyung, Hyung sudah seperti orang gila!”
Kai tertawa. “Gila katamu? Bayangkan kalau kamu yang ada di posisiku! Kau bisa lebih gila lagi!! AKU BISA LEBIH GILA LAGI!!”
“Hyung, Hyung bisa melepasnya. Aku dan Sehun yang akan mengurusnya.” Ucap D.O sembari menggenggam lengan Kai erat. Sehun menggenggam lengan Kai yang satunya lagi. Kedua staff SM Entertainment itupun melepas lengan Kai.
“Kupercayakan Jongin padamu.” Ujar salah satu staff itu yang lalu kembali ke mobilnya diikuti staff yang satunya lagi.
“Lepas!! LEPASKAN AKU!!” Teriak Kai dengan suara serak. Tenaganya sudah terkuras habis sehingga dia tidak bisa melawan Sehun dan D.O. D.O menatap Kai sinis sembari terus menyeretnya ke dalam dorm.
Pintu dorm terbuka. Suho dan Chanyeol sudah ada di ruang tamu. Baekhyun masuk ke dalam kamarnya. Pikiran laki-laki itu kalut. Kai tidak menemukan Hyora. Chanyeol membawa minum untuk Kai, pria itu didudukkan di sofa. Kehabisan seluruh tenaganya.
“Minum dulu, suaramu serak seperti itu.” Ujar Chanyeol. Suho duduk di bawah. Menjambak rambutnya sendiri sembari menenggelamkan kepalanya di antara kedua kakinya. Kai tidak menemukan Hyora. Kai tidak menyahut, pandangan matanya kosong. “Kau mau aku yang meminumkannya untukmu? Kau sampai segila itu?”
Kai mengambil minuman itu dan meminumnya dalam sekali teguk. Chanyeol lalu meletakkan telapak tangannya di kening Kai. Kai segera menjauhkan kepalanya dari tangan Chanyeol. “Hyung! Mwohae?”
“Demammu sangat tinggi. Lebih baik kau istirahat, masuklah ke kamarmu..” Suruh Chanyeol yang sebenarnya juga sedang stress. Kai tidak menemukan Hyora.
“Bagaimana dengan Hyora...?” Tanya Kai yang air matanya sudah kering.
“Pikirkan dirimu juga! Seluruh tubuh dan pikiranmu sudah hancur seperti ini, kau pikir kau bisa mencari gadis itu dengan keadaanmu yang seperti ini? Istirahatlah...aku yakin semua orang juga sedang mencari kekasihmu itu! Mereka takkan melewatkan satu sudutpun di Korea saat mencari gadis itu, jadi beristirahatlah di kamarmu...!” Perintah Chanyeol.
“Bukan itu masalahnya HYUNG!!” Seru Kai stress. “Bagaimana kalau Hyora ternyata telah mengakhiri hidupnya di luar sana? Ini sudah 3 hari...gadis bodoh itu pasti sudah berhenti memakan mawarnya...bagaimana kalau...yang berhasil ditemukan hanya mayatnya yang sudah mendingin?”
Chanyeol terdiam. Justru itu yang sedari dia takutkan.
“Hyung!” Sehun angkat suara. “Berhenti berpikiran buruk seperti itu! Hyora sedang baik-baik saja di luar sana, dia mungkin hanya ingin menyembunyikan diri dari kita semua sampai ada paranormal yang menemukan ramuan penawarnya...mungkin dia akan terus merasa bersalah kalau dia terus berada di antara kita semua jadi dia memilih untuk menyembunyikan dirinya sampai ramuan penawarnya itu ditemukan...karena itu jebal, beristirahatlah Hyung...!”
“Kau pikir dia gadis seperti itu?” Desis Kai sembari menatap Sehun tajam. “Aku juga mati-matian berharap kalau gadis itu tidak melakukan hal bodoh itu tapi dia bukan seseorang seperti itu! Hyora tidak mungkin hanya akan menanti dengan manis sampai ramuan penawarnya ditemukan!”
“Memangnya dia sudah mengatakan padamu kalau dia akan mengakhiri hidupnya lagi?” Tanya D.O pada Kai. Laki-laki itu terdiam. “Tidak, kan? Apa dia terlihat seperti orang yang ingin menyiksa dirinya lagi setelah keluar dari rumah sakit itu? Dia bahkan menangis di pelukanmu! Gadis itu, dia seharusnya juga memikirkan perasaanmu...dia bukan orang yang ingin melihat orang lain tersiksa, begitu juga dia tidak ingin melihatmu tersiksa! Karena itu beristirahatlah...aku yakin Hyora akan ditemukan dengan keadaan sehat di suatu tempat di luar sana...”
“Kuharap kau mengatakan yang sebenarnya...” Ujar Kai yang lalu melangkah memasuki kamarnya. Lelah.
Detik berganti menjadi menit. Menit berganti menjadi jam. Hening. Baekhyun sedang memejamkan matanya di kamar, meski dia tahu dia tidak bisa tertidur. Suho menonton TV, walaupun pikirannya penuh dengan Han Hyora, Chanyeol meletakkan komik yang tadi berusaha dibacanya di wajahnya, Sehun mendengarkan musik, meski dia tidak tahu musik apa yang sedang didengarnya. Sedangkan D.O memainkan handphonenya dengan pikiran kalut. Tidak ada di antara mereka yang benar-benar menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Semuanya kacau.
Terdengar bunyi bel dari pintu depan. Chanyeol segera turun dari sofa, Sehun melepas headsetnya dan hendak berdiri.
“Aku saja yang membukanya.” Ujar Chanyeol pada Sehun. Dia lalu membuka pintu depan, ada seorang laki-laki yang memakai baju tukang pos sembari menundukkan kepalanya dalam. Mwoya?  Tukang pos jam segini? Aneh sekali...
“Surat untuk Kim Jongin-ssi.” Katanya sembari menyerahkan surat pada Chanyeol.
“Hanya satu surat?” Tanya Chanyeol pada pria itu sembari mengambil suratnya. Pria tersebut tanpa mengatakan apa-apa lagi segera berjalan cepat menjauhi dorm tersebut. “Ibwayo Ahjussi! Ahjussi!”
Pria tersebut menghilang. Chanyeol lalu melihat surat tersebut. “Ss...perbuatan sasaeng fans lagikah?”
Chanyeol membalik surat tersebut sembari melangkah memasuki dorm. “Dari Han Hyora? Jinjja?”
“Mwoeyo Hyung?” Tanya Sehun.
“Surat dari Hyora untuk Jongin. Anak itu sudah tidur belum?” Tanya Chanyeol yang lalu melangkah ke arah kamar Kai.
“Ya! Kau gila ya? Dia sedang istirahat, jangan bawa-bawa Hyora di depannya dulu!” Seru Suho yang mematikan TVnya.
“Tetap saja...ini dari Hyora, bisa saja isinya mengatakan dimana dia berada sekarang, kan...?”
Tepat saat Chanyeol mengatakan hal itu, pintu kamar Baekhyun terbuka.
“Mwoya?” Tanya Baekhyun.
“Surat dari Hyora...” Jawab Chanyeol sembari menunjukkan surat itu. Baekhyun segera mengambilnya.
“Kau gila ya? Jangan menunjukkannya di depan Jongin dulu! Kalau isinya sesuatu yang buruk bagaimana? Lebih baik kita lihat dulu, baru setelah itu memberikannya pada Jongin!” Ucap Baekhyun yang lalu melangkah ke ruang tengah. Semua member EXO kecuali Kai mengelilinginya.
“Tetap saja...aku merasa kita kurang pantas membacanya lebih dulu...” Kata Chanyeol. Para member menatapnya tajam. “Arasseo...”
Baekhyun membuka surat tersebut, dia kemudian terdiam saat membacanya.
“Mwohae? Bacakan!” Suruh Suho. Baekhyun kemudian berdehem pelan dan membacanya.
“Oppa, ini aku Han Hyora...apa benar ini tulisannya?” Tanya Baekhyun.
“Sudahlah, bacakan saja! Kita bisa mengetahuinya nanti!” Suruh Suho.
“Oppa pasti sangat lelah mencariku, kan? Mianhaeyo Oppa...aku benar-benar meminta maaf...untuk semuanya. Sekarang, kumohon pada Oppa untuk berhenti mencariku. Karena apabila surat ini sudah sampai di tangan Oppa, itu berarti aku sudah pergi jauh...ke tempat dimana Oppa tak bisa menjangkauku lagi.” Baekhyun meneteskan air matanya, matanya memerah saat dia membacakan kalimat selanjutnya. “Ke tempat dimana, jasadku bahkan sudah tidak bisa mencariku lagi...”
“Mwoya? Hyung, apa maksudnya?” Tanya D.O sembari menatap Baekhyun dengan air mata menggenangi matanya.
“Mianhaeyo Oppa, aku memang gadis yang sangat bodoh...tapi kalau aku tidak melakukannya, kekacauan ini tidak akan pernah berakhir...semuanya akan semakin tersiksa...” Nada suara Baekhyun mulai bergetar. “Dia benar sebodoh itu rupanya...”
Semuanya terdiam. Semuanya kehilangan gadis yang sangat mereka cintai. Semuanya menangis.
Oppa, kumohon padamu untuk tidak berusaha menjangkauku...karena kalau Oppa benar-benar melakukannya, aku akan sangat membenci Oppa. Bahkan kalaupun Oppa sampai di tempat dimana aku berada, aku takkan sudi melihat Oppa. Aku akan benar-benar melakukannya. Karena aku benar-benar mencintai Oppa, carilah wanita yang lebih baik dariku...hiduplah seperti itu. Oppa, saranghae...gomawo...mianhae...
***
*Author PoV*
“Apa yang terjadi?” Tanya pria bertubuh kekar itu, tetangga Yura, pada Eomma Yura.
“Anakku...dia tidak juga keluar dari kamarnya meski aku sudah memanggilnya berkali-kali...aku pikir dia tidur, tapi ini sudah siang. Tidak ada suara dari dalam, kamarnya dikunci jadi aku tidak bisa masuk, aku takut sesuatu terjadi padanya...” Jelas Eomma Yura dengan nada yang benar-benar khawatir. “Aku tahu mungkin ini sangat tidak nyaman untuknya, tapi bisakah kau mendobrak pintu itu?”
“Baiklah.” Pria itu lalu berdiri di depan pintu kamar Yura. Dengan sekali dobrakan, pintu kamar Yura terbuka. Begitu Eomma Yura dan pria itu melihat isi kamar Yura, wajah mereka memucat.
“YURA-YA!!!”
***
*Author PoV*
Taemin berjalan dengan langkah gontai setelah pulang dari rumah duka Yura. Ya. Yura bunuh diri. Dia menggantung dirinya sendiri di dalam kamarnya tanpa meninggalkan surat apapun sebelum dia meninggal. Eomma Yura mengamuk pada semua orang mengatakan kalau karena merekalah anaknya melakukan hal itu, dia menyumpah dan memaki. Adik Yura menangis dengan wajah pucat. Sedangkan Taemin? Dia menangis di rumah duka Yura sembari memanggil-manggil nama Yura. Satu-satunya orang selain keluarga Yura yang berduka sepeninggal kepergian Yura...
***
*Author PoV*
EXO tampil di panggung The Lost Planet mereka di Thailand 1 bulan setelah surat dari Hyora sampai ke dorm mereka. Kai sudah membaca surat tersebut. Mengamuk seperti orang gila, membuat semua member EXO kewalahan menahannya. Seminggu penuh setelah itu Kai susah tidur dan makan. Wajahnya pucat. Demamnya semakin tinggi sehingga dia harus diinfus di rumah sakit. Para fans setianya mengirim berbagai macam kartu yang berisi doa untuk sembuh, bunga, buah-buahan, dan berbagai kado lainnya. Tapi yang dia inginkan hanyalah kehadiran Hyora di rumah sakit itu. Meski dia juga berterimakasih kepada para fans setianya yang telah begitu memperhatikan dirinya. 2 minggu penuh setelah Kai keluar dari rumah sakit dia berubah menjadi seseorang yang sangat pendiam dan sering melamun, matanya memancarkan penderitaan yang menyiksa batin dan pikirannya. Senyumnya telah hilang dari wajahnya. Membuat para fans khawatir dan menyemangatinya lewat berbagai macam cara: media sosial maupun langsung memberikan surat dan kado penyemangat untuknya.
Sekarang Kai sudah kembali menjadi dirinya yang dulu. Meski butuh usaha yang sangat keras dari orang-orang di sekitarnya dan dirinya sendiri. Bukan berarti dia melupakan Hyora, perasaannya pada gadis itu tidak berubah bahkan sedikitpun. Dia hanya ingin gadisnya itu tidak menderita di sana melihatnya terus menerus berduka seperti itu. Sesulit apapun dia tersenyum, dia akan melakukannya selama gadis itu tidak menderita melihatnya.
Lampu panggung menyorot seluruh member EXO, EXO-K dan EXO-M, teriakan fans membahana, dentuman musik pun dimulai. Lagu MAMA menghentak memenuhi malam yang penuh dengan kemeriahan dan euforia itu.
Setelah berlangsung selama 1 jam, lagu EXO Don’t Go pun dimulai. Kali ini versi Ballad. Semua member EXO duduk di atas kursi dan memegang mic mereka masing-masing. Kai membuka lagu itu dengan rapnya.
Last night in my dreams, you drew close to me. Your whispered words, your hair that brushed against my face.”
Teriakan fans membahana.
“When I woke up from my dream it was all too clear. That your presence was nothing but a dream...” Kai berhenti, nadanya gemetar di bagian akhir. Dia menangis.
“Uljima! Uljima!” Para fans berteriak serentak. Beberapa ikut menangis, menutupi mulut mereka dengan tangan. Member EXO yang lain ikut melihat Kai, Baekhyun menangis. Fans semakin kencang meneriakkan hal itu, namun hanya membuat yang lain ikut menangis.
“....the tears in my eyes told me...” Kai menunduk. Han Hyora. Saat ini adalah saat dimana dia harusnya sedang menari bersama kekasihnya itu.
“You can’t you can’t don’t leave me like this. Please just one more time, one more time...” Semua member EXO menyanyi kecuali Baekhyun, dia menenggakkan kepalanya ke atas dan tidak sanggup menyanyikan bagian ini. Baru di bagian akhir dia ikut menyanyi. “...hold me in your arms again...”
Lagu Don’t Go terus mengalir diiringi dengan isak tangis member EXO dan para fans. Hingga di pertengahan lagu, tak ada yang mampu melanjutkannya dan semua member menangis. Han Hyora. Gadis itu telah menghentikan mereka.
***
*Kai PoV*
Sudah 5 bulan sejak perginya Han Hyora dari kehidupanku, dan dia mulai beringsut pergi dari hati semua orang...semua orang yang mencintainya dulu. Kecuali aku. Aku menatap kota Seoul yang tenggelam dengan keramaiannya. Semua perlahan melupakan gadis itu. Gadis yang sudah menjadi pujaan hati semua lelaki tampan di seluruh penjuru dunia. Gadis yang telah mengacaukan kehidupan seluruh dunia...mengacaukan kehidupanku.
Kini semua terlihat tenang, kembali seperti dulu. Semua perlahan sembuh.
“Ya, neo mwohae?” Tegur Baekhyun sembari menyenggol lenganku.
“Eo? Keunyang...”
“Kau memikirkan gadis itu lagi?” Tanya Baekhyun, aku tersenyum tipis. “Sudah waktumu untuk melupakan perasaanmu padanya...kau tahu dia tidak akan kembali padamu kan?”
“Ara...” Jawabku.
“Lalu kenapa kau tidak juga melupakannya? Dia sendiri yang mengatakannya di surat yang dia buat untukmu, untuk hidup dengan mencari gadis yang lebih baik darinya.”
“Apakah ada?” Tanyaku.
“Mwo?” Baekhyun balik bertanya.
“Gadis yang lebih baik darinya...”
“Ya imma! Ada ribuan gadis yang tersebar di dunia ini, kau pikir tidak ada satupun yang lebih baik darinya?” Ucap Baekhyun sembari tertawa di awal kalimatnya.
“Lupakan Han Hyora...kau mungkin hanya akan membuatnya semakin tersiksa di sana...” Ujar D.O yang sedang memainkan handphonenya.
“Kalau aku bisa melupakannya semudah yang kalian lakukan aku pasti akan melakukannya..” Jawabku. “Hanya saja...entah kenapa aku tak bisa melakukannya...”
“Entah kenapa...? Entah kenapa katamu?” Seru Chanyeol. “Kau hanya tidak bisa mencari alasan untuk tidak melupakannya. Gadis itu...omong-omong...apa mayatnya sudah ditemukan?”
“Hyung! Kalau mau mengatakan sesuatu katakan sampai akhir!” Protes D.O.
“Ani...aku hanya tiba-tiba terpikirkan hal itu...perasaan kita dengan Han Hyora sudah memudar, berarti dia jelas-jelas telah berhenti memakan mawarnya dan kemungkinan besar mayatnya berada di tempat itu...di gedung tua tempat paranormal yang dikatakan Jongin beberapa waktu yang lalu. Tapi kenapa polisi dan semua orang yang mencarinya di gedung itu tidak bisa menemukannya? Dimana sebenarnya mayat Hyora?”
“Ahjumma itu pasti telah menyembunyikannya dengan sangat baik sehingga tidak ada orang yang mampu menemukannya. Atau mungkin...dia memang tidak ada disana.” Jawab Suho.
Aku terdiam. Kenyataan bahwa mayat Hyora sampai sekarang belum juga ditemukan hanya membuat pikiranku semakin kacau. Entah apa yang diinginkan penyihir tua itu sehingga tidak juga menyerahkan mayat Hyora pada keluarganya.
“Menurut firasatku seharusnya dia memang berada di sana. Aku heran, untuk apa paranormal itu menyembunyikan mayat Hyora? Tidakkah itu aneh?” Baekhyun angkat suara.
“Dia mungkin sedang meratapi kegagalannya yang tidak bisa menemukan ramuan penawar untuk gadis itu. Atau hanya ingin berbincang-bincang dengan mayat gadis itu seperti orang gila. Kurasa dia seseorang yang akan melakukan hal itu.” Sehun ikut berbicara.
Mereka terus berbicara tentang mayat Hyora, kemudian beralih membicarakan Sungmin yang hampir-hampir bercerai karena gadis itu, beralih lagi kepada seorang fans cantik yang mencuri perhatian mereka di Indonesia beberapa waktu yang lalu, dan terus beralih ke pembicaraan-pembicaraan selanjutnya. Aku terdiam. Seolah ada magnet yang menarikku menjauh dari pembicaraan-pembicaraan itu, aku hanya memikirkan Hyora. Gadis itu, aku mungkin tidak bisa lagi mencintai wanita lain selain dirinya...
***
1 tahun kemudian...
*Author PoV*
Para fans EXO sedang mengantri untuk memasuki gedung Music Bank. Semua sangat antusias. Dan ada seorang perempuan yang asyik mengobrol dengan temannya sembari menggunakan gerakan tubuh untuk mengekspresikan cerita yang disampaikannya dengan penuh semangat. Saking semangatnya tangannya memukul seorang wanita yang berdiri di sampingnya.
“Oh...mian!” Ucap wanita itu yang memukul wanita tersebut. Wanita yang dipukul itu tersenyum.
“Gwaenchana.” Ujar wanita yang dipukul itu kemudian kembali melihat ke depan. Wanita yang meminta maaf tadi membelalakkan matanya melihat wanita tersebut.
“Ya, itu dia bukan...? Orang itu...!” Seru wanita itu kepada temannya.
“Nugu?” Tanya temannya. Wanita itu kemudian menunjuk kepada orang yang dia pukul tadi. Saat temannya melihatnya, dia menutup mulutnya yang menganga dan membelalakkan matanya. “Bagaimana mungkin??”
Kedua wanita itu menatap wanita yang terpukul tadi dengan ekspresi terkejut luar biasa. Wanita yang bercerita dengan penuh semangat tadi menyentuh pundak wanita itu.
“Ne?” Tanya wanita yang dipukul tadi.
“Apakah kau.....-?”
***
*Author PoV*
Wanita itu ada di sana. Wanita yang menjadi alasan gemparnya seluruh dunia. Wanita yang mengorbankan dirinya untuk dunia. Han Hyora. Wanita itu. Sedang terbaring kaku di atas hamparan tikar berwarna merah terang dengan lilin kecil yang mengelilingi tikar tersebut. Jasad tanpa nyawa itu telah terbaring di sana selama 1 tahun lebih. Bau mayat menguar memenuhi ruangan tersebut.
Wanita itu ada di sana. Wanita yang menjadi alasan gemparnya seluruh dunia. Wanita yang telah menyembunyikan Han Hyora dari seluruh dunia. Penyihir itu. Sedang memejamkan matanya sembari mengangkat tangannya di atas mayat Han Hyora seraya mengucapkan mantra pemanggil jiwa. Setelah selesai mengucapkan mantra tersebut, dia menatap mayat Hyora dengan tatapan penuh arti.
“Sekarang semuanya akan berakhir. Selamat tinggal...Han Hyora.” Ucap wanita itu yang lalu menenggak ramuan berwarna hitam legam. Ramuan yang akan menghidupkan orang yang sudah meninggal dengan mengorbankan nyawamu sendiri. Tentu saja setelah mengadakan beberapa ritual untuk menghidupkan mayat yang sudah mati itu. Mayat itupun haruslah masih utuh, tidak boleh cacat ataupun berubah menjadi tengkorak maupun abu. Dia sudah mempersiapkan diri untuk mengadakan ritual ini sejak 1 tahun yang lalu. Karena itulah mayat Hyora tak boleh ditemukan. Karena apabila dia berhasil membuat ramuan penawarnya dia takkan bisa membangkitkan Hyora lagi dari kematian.
Wanita itu tercekik. Dia memegangi lehernya dengan mata melotot. Tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa sampai akhirnya nyawanya terpisah dari jasad. Penyihir itu ambruk.
Jari telunjuk Hyora bergerak. Beberapa detik kemudian wanita itu membuka matanya.
Aku dimana? Batin Hyora yang lalu melihat sekitarnya. Dia berada di atas karpet berwarna merah terang dengan lilin mengelilingi karpet tersebut. Apa surga seperti ini? Atau ini adalah kehidupan setelah mati?
Hyora melihat baju yang dipakainya. Masih sama. Dia kemudian melihat ke sekeliling ruangan itu. Matanya membelalak melihat penyihir yang dikenalnya tergeletak di lantai. Kenapa ada Ahjumma itu? Apa di kehidupan setelah mati juga ada dia? Dia kemudian berdiri dan menghampiri wanita itu.
“Ahjumma...Ahjumma bangun...apa ini? Apa aku sudah mati?” Tanya Hyora sembari mengguncang badan wanita itu. Tidak ada reaksi. “Ahjumma...!”
Seharusnya dia bangun...dia bahkan terbangun saat yang kulakukan hanya membuka pintu ruangannya. Mwoya? Hyora lalu meletakkan jarinya di bawah hidung penyihir itu. Dia tidak bernafas. Mwoya? Dia sudah mati?
“Ahjumma....Ahjumma bangun...kenapa Ahjumma tidak bernafas? Kenapa aku berada di ruangan yang sama sebelum aku mati? Kenapa bajuku masih sama? Ahjumma bangun! Ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada Ahjumma!” Seru Hyora yang matanya kemudian menangkap secarik surat yang terletak tak jauh dari penyihir itu. Hyora mengambilnya.
Aku berhasil membuat ramuan penawarnya. Kau bisa mengambilnya di ruanganku. Ramuan itu berwarna hijau tua. Rasanya mungkin agak aneh tapi tenang saja, aku tidak memasukkan sesuatu yang aneh saat membuatnya.  Kau harus meminumnya sehari sekali sampai persediannya habis. Saat kau hidup kembali seharusnya sihirnya kembali bangkit. Karena itu kau harus meminumnya secara teratur sampai habis, kalau tidak kau harus memakan mawar lagi untuk menyambung kehidupanmu seperti sebelumnya. Persediannya sudah kusesuaikan dengan waktu kau mulai memakan mawar. Dan ya, kau hidup lagi. Aku yang membangkitkanmu kembali dengan mengorbankan nyawaku. Tak usah berpikir untuk membangkitkanku kembali, karena kau tak mungkin bisa melakukannya.
“Ahjumma...” Suara Hyora bergetar. Dia kembali mengguncang tubuh penyihir itu. “Ahjumma bangun! Ahjumma, kenapa kau sampai melakukannya sejauh ini...?? Kau lebih bodoh daripada aku! Ahjumma!”
Percuma. Hyora menangis. Satu lagi nyawa melayang karenanya. Dia kemudian mencari handphonenya dan menyalakannya. Ada ratusan panggilan tidak terjawab. Dia lalu menelepon polisi.
***
*Author PoV*
Fans EXO berteriak. Kali ini EXO yang tampil dengan lagu terbaru mereka. Semua member EXO mengeluarkan penampilan terbaik mereka. Han Hyora menonton di antara bangku penonton sembari tersenyum menatap Kai. Music Bank telah sampai di penghujung acara. Voting untuk menentukan pemenang minggu ini pun dimulai. EXO dan A-Pink yang menjadi nominasinya. Seperti yang diharapkan Hyora, EXOlah pemenangnya. Para fans EXO meneriakkan nama Oppa mereka dengan penuh semangat. Beberapa menangis saking bahagianya.
“Chukkahae Oppa...” Ucap Hyora pelan.
“OPPA!!! HAN HYORA DISINI OPPAAAA!!!” Teriak seorang fans di samping Hyora. Wanita itu menoleh ke arah fans tersebut terkejut.
Apa yang dia lakukan?
“JONGIN OPPAA!! ADA HYORA DISINI!! HYORA TIDAK MATI!!” Teriak fans lain.
“OPPA!! HYORA DISINI!! LIHAT KESINI!!” Teriak yang di sebelah kiri Hyora. Hyora menggigit bibirnya. Dia tidak berniat memberitahu para member EXO tentang kedatangannya.
Semua meneriakkan hal yang sama. Bahwa Hyora ada disini. Para fans dari artis-artis lain melihat ke arah fans EXO untuk mencari Hyora. Dan akhirnya, para member EXO (juga penyanyi laki-laki tampan yang lain) ikut mencari. Kai terpaku melihat sesosok perempuan yang berada di antara bangku penonton. Itu Han Hyora.
Mereka saling bertatapan. Kai membelalakkan matanya. Hyora segera berbalik dan mengambil jalan pulang.
Kai terpaku di tempatnya berdiri. Para member EXO yang sudah mengucapkan rasa terima kasih mereka kemudian berseru ‘We are one’. Lagu EXO yang memenangkan penghargaan untuk minggu ini pun diputar. Seluruh member EXO termasuk Kai membungkukkan tubuh mereka 90° dan tersenyum kepada para fans.
“OPPA APA YANG KAU LAKUKAN?? HYORA PERGI, CEPAT KEJAR!!” Teriak para fans.
“OPPA KEJAR HYORA SEBELUM DIA BENAR-BENAR PERGI!!”
“OPPAAAA!!”
Setelah membungkukkan badan, tersenyum kepada fans dan acara berakhir para member EXOpun turun dari panggung. Kai segera berlari ke luar dari gedung Music Bank. Mencari Han Hyora. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan, tapi gadis itu tidak ada dimana-mana. Nafasnya terengah.
“HYORA-YA!! EODIYA??” Teriak Kai sekeras mungkin. “HYORA-YA! Kumohon keluar...aku merindukanmu setengah mati...”
Kai kemudian memegang kedua lututnya. Lelah. Dia kembali berdiri tegak dan mencubit pipinya. “Apa ini mimpi? Kenapa terasa sangat nyata?”
Dia melihat ke sekitarnya. Berlari ke sekeliling gedung Music Bank untuk mencari Hyora, tapi hasilnya nihil. Setelah itu Kai kembali memasuki gedung, berjalan dengan langkah gontai ke arah backstage.
“Oppa.”
Kai membalikkan badannya. Han Hyora. Gadis itu berdiri di belakangnya. Tersenyum dengan senyumnya yang seindah bulan purnama. Hyora merentangkan kedua tangannya. Matanya berair, begitu pula Kai.

Pria itu berjalan cepat ke arah Han Hyora. Memegang kedua pipi gadis itu, memejamkan matanya dan mencium bibir Hyora lembut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar