Title
: Love Disaster (Part END)
Scriptwriter
: HanaYuki13
Main
Cast : Kai EXO, Key SHINee, and OC.
Genre
: Fantasy, Romance, Tragedy, School Life.
Length
: Series
Rating
: PG-15
Summary
:
Harusnya aku tidak pernah meminumnya….
Harusnya aku tidak pernah…
Pandangan mataku kabur. Samar samar, aku melihat bayangan hitam.
Dewa
kematian kah? Sudah kuduga…dia akan datang…
*Author PoV*
Tidak hadirnya Kai di acara Weekly Idol membuat penampilan
member lain kurang maksimal walaupun mereka sudah berusaha keras untuk menutupi
rasa takut dan cemas mereka. Hyomin bolos 3 mata pelajaran di kuliahnya untuk
mencari adiknya. Kai tidak mau pulang sampai dia menemukan Hyora di gedung tua
tersebut, membuat para member lain pontang-panting mencarinya. Juga mencari
Hyora. Paranormal tersebut lalu menelepon SM Entertainment, melaporkan bahwa
Kai berada di sana.
Semuanya gelisah di dalam dorm EXO, Kai yang tidak juga
pulang serta kemungkinan bahwa Hyora telah mengakhiri hidupnya di suatu tempat
di luar sana membuat batin serta pikiran mereka tersiksa. Kalau bukan karena
larangan dari SM Entertainment untuk tidak keluar dari dorm, mereka pasti sudah
tidak duduk manis di dalam dorm dan mencari ke seluruh penjuru Seoul, bahkan
mungkin lebih. Terdengar suara seseorang berteriak dengan suara serak meminta
dirinya untuk dilepaskan di depan dorm EXO, membuat D.O dan Sehun berlari ke
depan. Mereka jelas mengenal suara itu, itu suara Kai.
“Hyung!” Seru Sehun sembari menghampiri Kai yang keadaannya
sudah seperti orang gila. Wajah pucat dan rambut acak-acakan.
“Lepaskan aku! Dimana Hyora?? Seharusnya kalian membawa
Hyora ke hadapanku! Apa yang kalian lakukan?? Gadis bodoh itu bisa saja
menghabisi nyawanya di tempat itu! Aku harus menemukannya! Aku harus menemukan
gadis itu!! LEPASKAN AKU!!” Teriak Kai dengan air mata mengalir. Matanya
bengkak, dia pasti sudah menangis selama berjam-jam.
“HYUNG!! Sadar!” Bentak Sehun sembari meninju dada Kai. Pria
itu hampir-hampir terjatuh setelah ditinju seperti itu, tenaganya pasti sudah
terkuras habis. “Lihat keadaan Hyung, Hyung sudah seperti orang gila!”
Kai tertawa. “Gila katamu?
Bayangkan kalau kamu yang ada di posisiku! Kau bisa lebih gila lagi!! AKU BISA
LEBIH GILA LAGI!!”
“Hyung, Hyung bisa melepasnya.
Aku dan Sehun yang akan mengurusnya.” Ucap D.O sembari menggenggam lengan Kai
erat. Sehun menggenggam lengan Kai yang satunya lagi. Kedua staff SM
Entertainment itupun melepas lengan Kai.
“Kupercayakan Jongin padamu.”
Ujar salah satu staff itu yang lalu kembali ke mobilnya diikuti staff yang
satunya lagi.
“Lepas!! LEPASKAN AKU!!” Teriak
Kai dengan suara serak. Tenaganya sudah terkuras habis sehingga dia tidak bisa
melawan Sehun dan D.O. D.O menatap Kai sinis sembari terus menyeretnya ke dalam
dorm.
Pintu dorm terbuka. Suho dan
Chanyeol sudah ada di ruang tamu. Baekhyun masuk ke dalam kamarnya. Pikiran
laki-laki itu kalut. Kai tidak menemukan Hyora. Chanyeol membawa minum untuk
Kai, pria itu didudukkan di sofa. Kehabisan seluruh tenaganya.
“Minum dulu, suaramu serak seperti
itu.” Ujar Chanyeol. Suho duduk di bawah. Menjambak rambutnya sendiri sembari
menenggelamkan kepalanya di antara kedua kakinya. Kai tidak menemukan Hyora.
Kai tidak menyahut, pandangan matanya kosong. “Kau mau aku yang meminumkannya
untukmu? Kau sampai segila itu?”
Kai mengambil minuman itu dan
meminumnya dalam sekali teguk. Chanyeol lalu meletakkan telapak tangannya di
kening Kai. Kai segera menjauhkan kepalanya dari tangan Chanyeol. “Hyung!
Mwohae?”
“Demammu sangat tinggi. Lebih
baik kau istirahat, masuklah ke kamarmu..” Suruh Chanyeol yang sebenarnya juga
sedang stress. Kai tidak menemukan Hyora.
“Bagaimana dengan Hyora...?”
Tanya Kai yang air matanya sudah kering.
“Pikirkan dirimu juga! Seluruh
tubuh dan pikiranmu sudah hancur seperti ini, kau pikir kau bisa mencari gadis
itu dengan keadaanmu yang seperti ini? Istirahatlah...aku yakin semua orang
juga sedang mencari kekasihmu itu! Mereka takkan melewatkan satu sudutpun di
Korea saat mencari gadis itu, jadi beristirahatlah di kamarmu...!” Perintah Chanyeol.
“Bukan itu masalahnya HYUNG!!”
Seru Kai stress. “Bagaimana kalau Hyora ternyata telah mengakhiri hidupnya di
luar sana? Ini sudah 3 hari...gadis bodoh itu pasti sudah berhenti memakan
mawarnya...bagaimana kalau...yang berhasil ditemukan hanya mayatnya yang sudah
mendingin?”
Chanyeol terdiam. Justru itu yang
sedari dia takutkan.
“Hyung!” Sehun angkat suara.
“Berhenti berpikiran buruk seperti itu! Hyora sedang baik-baik saja di luar
sana, dia mungkin hanya ingin menyembunyikan diri dari kita semua sampai ada
paranormal yang menemukan ramuan penawarnya...mungkin dia akan terus merasa
bersalah kalau dia terus berada di antara kita semua jadi dia memilih untuk
menyembunyikan dirinya sampai ramuan penawarnya itu ditemukan...karena itu
jebal, beristirahatlah Hyung...!”
“Kau pikir dia gadis seperti
itu?” Desis Kai sembari menatap Sehun tajam. “Aku juga mati-matian berharap
kalau gadis itu tidak melakukan hal bodoh itu tapi dia bukan seseorang seperti
itu! Hyora tidak mungkin hanya akan menanti dengan manis sampai ramuan
penawarnya ditemukan!”
“Memangnya dia sudah mengatakan
padamu kalau dia akan mengakhiri hidupnya lagi?” Tanya D.O pada Kai. Laki-laki
itu terdiam. “Tidak, kan? Apa dia terlihat seperti orang yang ingin menyiksa
dirinya lagi setelah keluar dari rumah sakit itu? Dia bahkan menangis di
pelukanmu! Gadis itu, dia seharusnya juga memikirkan perasaanmu...dia bukan
orang yang ingin melihat orang lain tersiksa, begitu juga dia tidak ingin
melihatmu tersiksa! Karena itu beristirahatlah...aku yakin Hyora akan ditemukan
dengan keadaan sehat di suatu tempat di luar sana...”
“Kuharap kau mengatakan yang
sebenarnya...” Ujar Kai yang lalu melangkah memasuki kamarnya. Lelah.
Detik berganti menjadi menit.
Menit berganti menjadi jam. Hening. Baekhyun sedang memejamkan matanya di
kamar, meski dia tahu dia tidak bisa tertidur. Suho menonton TV, walaupun
pikirannya penuh dengan Han Hyora, Chanyeol meletakkan komik yang tadi berusaha
dibacanya di wajahnya, Sehun mendengarkan musik, meski dia tidak tahu musik apa
yang sedang didengarnya. Sedangkan D.O memainkan handphonenya dengan pikiran
kalut. Tidak ada di antara mereka yang benar-benar menikmati apa yang sedang
mereka lakukan. Semuanya kacau.
Terdengar bunyi bel dari pintu
depan. Chanyeol segera turun dari sofa, Sehun melepas headsetnya dan hendak
berdiri.
“Aku saja yang membukanya.” Ujar
Chanyeol pada Sehun. Dia lalu membuka pintu depan, ada seorang laki-laki yang
memakai baju tukang pos sembari menundukkan kepalanya dalam. Mwoya?
Tukang pos jam segini? Aneh sekali...
“Surat untuk Kim Jongin-ssi.”
Katanya sembari menyerahkan surat pada Chanyeol.
“Hanya satu surat?” Tanya
Chanyeol pada pria itu sembari mengambil suratnya. Pria tersebut tanpa
mengatakan apa-apa lagi segera berjalan cepat menjauhi dorm tersebut. “Ibwayo
Ahjussi! Ahjussi!”
Pria tersebut menghilang.
Chanyeol lalu melihat surat tersebut. “Ss...perbuatan sasaeng fans lagikah?”
Chanyeol membalik surat tersebut
sembari melangkah memasuki dorm. “Dari Han Hyora? Jinjja?”
“Mwoeyo Hyung?” Tanya Sehun.
“Surat dari Hyora untuk Jongin.
Anak itu sudah tidur belum?” Tanya Chanyeol yang lalu melangkah ke arah kamar
Kai.
“Ya! Kau gila ya? Dia sedang
istirahat, jangan bawa-bawa Hyora di depannya dulu!” Seru Suho yang mematikan
TVnya.
“Tetap saja...ini dari Hyora,
bisa saja isinya mengatakan dimana dia berada sekarang, kan...?”
Tepat saat Chanyeol mengatakan
hal itu, pintu kamar Baekhyun terbuka.
“Mwoya?” Tanya Baekhyun.
“Surat dari Hyora...” Jawab
Chanyeol sembari menunjukkan surat itu. Baekhyun segera mengambilnya.
“Kau gila ya? Jangan
menunjukkannya di depan Jongin dulu! Kalau isinya sesuatu yang buruk bagaimana?
Lebih baik kita lihat dulu, baru setelah itu memberikannya pada Jongin!” Ucap
Baekhyun yang lalu melangkah ke ruang tengah. Semua member EXO kecuali Kai
mengelilinginya.
“Tetap saja...aku merasa kita
kurang pantas membacanya lebih dulu...” Kata Chanyeol. Para member menatapnya
tajam. “Arasseo...”
Baekhyun membuka surat tersebut,
dia kemudian terdiam saat membacanya.
“Mwohae? Bacakan!” Suruh Suho.
Baekhyun kemudian berdehem pelan dan membacanya.
“Oppa, ini aku Han Hyora...apa
benar ini tulisannya?” Tanya Baekhyun.
“Sudahlah, bacakan saja! Kita
bisa mengetahuinya nanti!” Suruh Suho.
“Oppa pasti sangat lelah
mencariku, kan? Mianhaeyo Oppa...aku benar-benar meminta maaf...untuk semuanya.
Sekarang, kumohon pada Oppa untuk berhenti mencariku. Karena apabila surat ini
sudah sampai di tangan Oppa, itu berarti aku sudah pergi jauh...ke tempat
dimana Oppa tak bisa menjangkauku lagi.” Baekhyun meneteskan air matanya,
matanya memerah saat dia membacakan kalimat selanjutnya. “Ke tempat dimana,
jasadku bahkan sudah tidak bisa mencariku lagi...”
“Mwoya? Hyung, apa maksudnya?”
Tanya D.O sembari menatap Baekhyun dengan air mata menggenangi matanya.
“Mianhaeyo Oppa, aku memang gadis
yang sangat bodoh...tapi kalau aku tidak melakukannya, kekacauan ini tidak akan
pernah berakhir...semuanya akan semakin tersiksa...” Nada suara Baekhyun mulai
bergetar. “Dia benar sebodoh itu rupanya...”
Semuanya terdiam. Semuanya
kehilangan gadis yang sangat mereka cintai. Semuanya menangis.
Oppa, kumohon padamu untuk tidak berusaha menjangkauku...karena kalau
Oppa benar-benar melakukannya, aku akan sangat membenci Oppa. Bahkan kalaupun
Oppa sampai di tempat dimana aku berada, aku takkan sudi melihat Oppa. Aku akan
benar-benar melakukannya. Karena aku benar-benar mencintai Oppa, carilah wanita
yang lebih baik dariku...hiduplah seperti itu. Oppa,
saranghae...gomawo...mianhae...
***
*Author PoV*
“Apa yang terjadi?” Tanya pria
bertubuh kekar itu, tetangga Yura, pada Eomma Yura.
“Anakku...dia tidak juga keluar
dari kamarnya meski aku sudah memanggilnya berkali-kali...aku pikir dia tidur,
tapi ini sudah siang. Tidak ada suara dari dalam, kamarnya dikunci jadi aku
tidak bisa masuk, aku takut sesuatu terjadi padanya...” Jelas Eomma Yura dengan
nada yang benar-benar khawatir. “Aku tahu mungkin ini sangat tidak nyaman
untuknya, tapi bisakah kau mendobrak pintu itu?”
“Baiklah.” Pria itu lalu berdiri
di depan pintu kamar Yura. Dengan sekali dobrakan, pintu kamar Yura terbuka.
Begitu Eomma Yura dan pria itu melihat isi kamar Yura, wajah mereka memucat.
“YURA-YA!!!”
***
*Author PoV*
Taemin berjalan dengan langkah
gontai setelah pulang dari rumah duka Yura. Ya. Yura bunuh diri. Dia
menggantung dirinya sendiri di dalam kamarnya tanpa meninggalkan surat apapun
sebelum dia meninggal. Eomma Yura mengamuk pada semua orang mengatakan kalau
karena merekalah anaknya melakukan hal itu, dia menyumpah dan memaki. Adik Yura
menangis dengan wajah pucat. Sedangkan Taemin? Dia menangis di rumah duka Yura
sembari memanggil-manggil nama Yura. Satu-satunya orang selain keluarga Yura
yang berduka sepeninggal kepergian Yura...
***
*Author PoV*
EXO tampil di panggung The Lost
Planet mereka di Thailand 1 bulan setelah surat dari Hyora sampai ke dorm
mereka. Kai sudah membaca surat tersebut. Mengamuk seperti orang gila, membuat
semua member EXO kewalahan menahannya. Seminggu penuh setelah itu Kai susah
tidur dan makan. Wajahnya pucat. Demamnya semakin tinggi sehingga dia harus
diinfus di rumah sakit. Para fans setianya mengirim berbagai macam kartu yang
berisi doa untuk sembuh, bunga, buah-buahan, dan berbagai kado lainnya. Tapi
yang dia inginkan hanyalah kehadiran Hyora di rumah sakit itu. Meski dia juga
berterimakasih kepada para fans setianya yang telah begitu memperhatikan
dirinya. 2 minggu penuh setelah Kai keluar dari rumah sakit dia berubah menjadi
seseorang yang sangat pendiam dan sering melamun, matanya memancarkan
penderitaan yang menyiksa batin dan pikirannya. Senyumnya telah hilang dari wajahnya.
Membuat para fans khawatir dan menyemangatinya lewat berbagai macam cara: media
sosial maupun langsung memberikan surat dan kado penyemangat untuknya.
Sekarang Kai sudah kembali
menjadi dirinya yang dulu. Meski butuh usaha yang sangat keras dari orang-orang
di sekitarnya dan dirinya sendiri. Bukan berarti dia melupakan Hyora,
perasaannya pada gadis itu tidak berubah bahkan sedikitpun. Dia hanya ingin
gadisnya itu tidak menderita di sana melihatnya terus menerus berduka seperti
itu. Sesulit apapun dia tersenyum, dia akan melakukannya selama gadis itu tidak
menderita melihatnya.
Lampu panggung menyorot seluruh
member EXO, EXO-K dan EXO-M, teriakan fans membahana, dentuman musik pun
dimulai. Lagu MAMA menghentak memenuhi malam yang penuh dengan kemeriahan dan
euforia itu.
Setelah berlangsung selama 1 jam,
lagu EXO Don’t Go pun dimulai. Kali ini versi Ballad. Semua member EXO duduk di
atas kursi dan memegang mic mereka masing-masing. Kai membuka lagu itu dengan
rapnya.
“Last night in my dreams, you drew close to me. Your whispered words,
your hair that brushed against my face.”
Teriakan fans membahana.
“When I woke up from my dream it was all too clear. That your presence
was nothing but a dream...” Kai berhenti, nadanya gemetar di bagian akhir. Dia
menangis.
“Uljima! Uljima!” Para fans berteriak serentak. Beberapa ikut menangis,
menutupi mulut mereka dengan tangan. Member EXO yang lain ikut melihat Kai,
Baekhyun menangis. Fans semakin kencang meneriakkan hal itu, namun hanya
membuat yang lain ikut menangis.
“....the tears in my eyes told me...” Kai menunduk. Han Hyora. Saat ini
adalah saat dimana dia harusnya sedang menari bersama kekasihnya itu.
“You can’t you can’t don’t leave me like this. Please just one more
time, one more time...” Semua member EXO menyanyi kecuali Baekhyun, dia
menenggakkan kepalanya ke atas dan tidak sanggup menyanyikan bagian ini. Baru
di bagian akhir dia ikut menyanyi. “...hold me in your arms again...”
Lagu Don’t Go terus mengalir diiringi dengan isak tangis member EXO dan
para fans. Hingga di pertengahan lagu, tak ada yang mampu melanjutkannya dan
semua member menangis. Han Hyora. Gadis itu telah menghentikan mereka.
***
*Kai PoV*
Sudah 5 bulan sejak
perginya Han Hyora dari kehidupanku, dan dia mulai beringsut pergi dari hati
semua orang...semua orang yang mencintainya dulu. Kecuali aku. Aku menatap kota
Seoul yang tenggelam dengan keramaiannya. Semua perlahan melupakan gadis itu.
Gadis yang sudah menjadi pujaan hati semua lelaki tampan di seluruh penjuru
dunia. Gadis yang telah mengacaukan kehidupan seluruh dunia...mengacaukan
kehidupanku.
Kini semua terlihat
tenang, kembali seperti dulu. Semua perlahan sembuh.
“Ya, neo mwohae?”
Tegur Baekhyun sembari menyenggol lenganku.
“Eo? Keunyang...”
“Kau memikirkan gadis
itu lagi?” Tanya Baekhyun, aku tersenyum tipis. “Sudah waktumu untuk melupakan
perasaanmu padanya...kau tahu dia tidak akan kembali padamu kan?”
“Ara...” Jawabku.
“Lalu kenapa kau
tidak juga melupakannya? Dia sendiri yang mengatakannya di surat yang dia buat
untukmu, untuk hidup dengan mencari gadis yang lebih baik darinya.”
“Apakah ada?”
Tanyaku.
“Mwo?” Baekhyun balik
bertanya.
“Gadis yang lebih
baik darinya...”
“Ya imma! Ada ribuan
gadis yang tersebar di dunia ini, kau pikir tidak ada satupun yang lebih baik
darinya?” Ucap Baekhyun sembari tertawa di awal kalimatnya.
“Lupakan Han
Hyora...kau mungkin hanya akan membuatnya semakin tersiksa di sana...” Ujar D.O
yang sedang memainkan handphonenya.
“Kalau aku bisa
melupakannya semudah yang kalian lakukan aku pasti akan melakukannya..”
Jawabku. “Hanya saja...entah kenapa aku tak bisa melakukannya...”
“Entah kenapa...?
Entah kenapa katamu?” Seru Chanyeol. “Kau hanya tidak bisa mencari alasan untuk
tidak melupakannya. Gadis itu...omong-omong...apa mayatnya sudah ditemukan?”
“Hyung! Kalau mau
mengatakan sesuatu katakan sampai akhir!” Protes D.O.
“Ani...aku hanya
tiba-tiba terpikirkan hal itu...perasaan kita dengan Han Hyora sudah memudar,
berarti dia jelas-jelas telah berhenti memakan mawarnya dan kemungkinan besar
mayatnya berada di tempat itu...di gedung tua tempat paranormal yang dikatakan
Jongin beberapa waktu yang lalu. Tapi kenapa polisi dan semua orang yang
mencarinya di gedung itu tidak bisa menemukannya? Dimana sebenarnya mayat
Hyora?”
“Ahjumma itu pasti
telah menyembunyikannya dengan sangat baik sehingga tidak ada orang yang mampu
menemukannya. Atau mungkin...dia memang tidak ada disana.” Jawab Suho.
Aku terdiam.
Kenyataan bahwa mayat Hyora sampai sekarang belum juga ditemukan hanya membuat
pikiranku semakin kacau. Entah apa yang diinginkan penyihir tua itu sehingga
tidak juga menyerahkan mayat Hyora pada keluarganya.
“Menurut firasatku
seharusnya dia memang berada di sana. Aku heran, untuk apa paranormal itu
menyembunyikan mayat Hyora? Tidakkah itu aneh?” Baekhyun angkat suara.
“Dia mungkin sedang
meratapi kegagalannya yang tidak bisa menemukan ramuan penawar untuk gadis itu.
Atau hanya ingin berbincang-bincang dengan mayat gadis itu seperti orang gila.
Kurasa dia seseorang yang akan melakukan hal itu.” Sehun ikut berbicara.
Mereka terus
berbicara tentang mayat Hyora, kemudian beralih membicarakan Sungmin yang
hampir-hampir bercerai karena gadis itu, beralih lagi kepada seorang fans
cantik yang mencuri perhatian mereka di Indonesia beberapa waktu yang lalu, dan
terus beralih ke pembicaraan-pembicaraan selanjutnya. Aku terdiam. Seolah ada
magnet yang menarikku menjauh dari pembicaraan-pembicaraan itu, aku hanya
memikirkan Hyora. Gadis itu, aku mungkin tidak bisa lagi mencintai wanita lain
selain dirinya...
***
1 tahun kemudian...
*Author PoV*
Para fans EXO sedang mengantri untuk memasuki gedung Music
Bank. Semua sangat antusias. Dan ada seorang perempuan yang asyik mengobrol
dengan temannya sembari menggunakan gerakan tubuh untuk mengekspresikan cerita
yang disampaikannya dengan penuh semangat. Saking semangatnya tangannya memukul
seorang wanita yang berdiri di sampingnya.
“Oh...mian!” Ucap wanita itu yang memukul wanita tersebut.
Wanita yang dipukul itu tersenyum.
“Gwaenchana.” Ujar wanita yang dipukul itu kemudian kembali
melihat ke depan. Wanita yang meminta maaf tadi membelalakkan matanya melihat
wanita tersebut.
“Ya, itu dia bukan...? Orang itu...!” Seru wanita itu kepada
temannya.
“Nugu?” Tanya temannya. Wanita itu kemudian menunjuk kepada
orang yang dia pukul tadi. Saat temannya melihatnya, dia menutup mulutnya yang
menganga dan membelalakkan matanya. “Bagaimana mungkin??”
Kedua wanita itu menatap wanita yang terpukul tadi dengan
ekspresi terkejut luar biasa. Wanita yang bercerita dengan penuh semangat tadi
menyentuh pundak wanita itu.
“Ne?” Tanya wanita yang dipukul tadi.
“Apakah kau.....-?”
***
*Author PoV*
Wanita itu ada di sana. Wanita yang menjadi alasan gemparnya
seluruh dunia. Wanita yang mengorbankan dirinya untuk dunia. Han Hyora. Wanita
itu. Sedang terbaring kaku di atas hamparan tikar berwarna merah terang dengan
lilin kecil yang mengelilingi tikar tersebut. Jasad tanpa nyawa itu telah
terbaring di sana selama 1 tahun lebih. Bau mayat menguar memenuhi ruangan
tersebut.
Wanita itu ada di sana. Wanita yang menjadi alasan gemparnya
seluruh dunia. Wanita yang telah menyembunyikan Han Hyora dari seluruh dunia.
Penyihir itu. Sedang memejamkan matanya sembari mengangkat tangannya di atas
mayat Han Hyora seraya mengucapkan mantra pemanggil jiwa. Setelah selesai
mengucapkan mantra tersebut, dia menatap mayat Hyora dengan tatapan penuh arti.
“Sekarang semuanya akan berakhir. Selamat tinggal...Han
Hyora.” Ucap wanita itu yang lalu menenggak ramuan berwarna hitam legam. Ramuan
yang akan menghidupkan orang yang sudah meninggal dengan mengorbankan nyawamu
sendiri. Tentu saja setelah mengadakan beberapa ritual untuk menghidupkan mayat
yang sudah mati itu. Mayat itupun haruslah masih utuh, tidak boleh cacat
ataupun berubah menjadi tengkorak maupun abu. Dia sudah mempersiapkan diri untuk
mengadakan ritual ini sejak 1 tahun yang lalu. Karena itulah mayat Hyora tak
boleh ditemukan. Karena apabila dia berhasil membuat ramuan penawarnya dia
takkan bisa membangkitkan Hyora lagi dari kematian.
Wanita itu tercekik. Dia memegangi lehernya dengan mata
melotot. Tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa sampai akhirnya nyawanya
terpisah dari jasad. Penyihir itu ambruk.
Jari telunjuk Hyora bergerak. Beberapa detik kemudian wanita
itu membuka matanya.
Aku dimana? Batin
Hyora yang lalu melihat sekitarnya. Dia berada di atas karpet berwarna merah
terang dengan lilin mengelilingi karpet tersebut. Apa surga seperti ini? Atau ini adalah kehidupan setelah mati?
Hyora melihat baju yang dipakainya. Masih sama. Dia kemudian
melihat ke sekeliling ruangan itu. Matanya membelalak melihat penyihir yang
dikenalnya tergeletak di lantai. Kenapa
ada Ahjumma itu? Apa di kehidupan setelah mati juga ada dia? Dia kemudian
berdiri dan menghampiri wanita itu.
“Ahjumma...Ahjumma bangun...apa ini? Apa aku sudah mati?”
Tanya Hyora sembari mengguncang badan wanita itu. Tidak ada reaksi.
“Ahjumma...!”
Seharusnya dia
bangun...dia bahkan terbangun saat yang kulakukan hanya membuka pintu
ruangannya. Mwoya? Hyora lalu meletakkan jarinya di bawah hidung penyihir
itu. Dia tidak bernafas. Mwoya? Dia sudah
mati?
“Ahjumma....Ahjumma bangun...kenapa Ahjumma tidak bernafas?
Kenapa aku berada di ruangan yang sama sebelum aku mati? Kenapa bajuku masih
sama? Ahjumma bangun! Ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada Ahjumma!” Seru
Hyora yang matanya kemudian menangkap secarik surat yang terletak tak jauh dari
penyihir itu. Hyora mengambilnya.
Aku berhasil membuat
ramuan penawarnya. Kau bisa mengambilnya di ruanganku. Ramuan itu berwarna
hijau tua. Rasanya mungkin agak aneh tapi tenang saja, aku tidak memasukkan
sesuatu yang aneh saat membuatnya. Kau
harus meminumnya sehari sekali sampai persediannya habis. Saat kau hidup
kembali seharusnya sihirnya kembali bangkit. Karena itu kau harus meminumnya
secara teratur sampai habis, kalau tidak kau harus memakan mawar lagi untuk
menyambung kehidupanmu seperti sebelumnya. Persediannya sudah kusesuaikan
dengan waktu kau mulai memakan mawar. Dan ya, kau hidup lagi. Aku yang
membangkitkanmu kembali dengan mengorbankan nyawaku. Tak usah berpikir untuk
membangkitkanku kembali, karena kau tak mungkin bisa melakukannya.
“Ahjumma...” Suara Hyora bergetar. Dia kembali mengguncang
tubuh penyihir itu. “Ahjumma bangun! Ahjumma, kenapa kau sampai melakukannya
sejauh ini...?? Kau lebih bodoh daripada aku! Ahjumma!”
Percuma. Hyora menangis. Satu lagi nyawa melayang karenanya.
Dia kemudian mencari handphonenya dan menyalakannya. Ada ratusan panggilan
tidak terjawab. Dia lalu menelepon polisi.
***
*Author PoV*
Fans EXO berteriak. Kali ini EXO yang tampil dengan lagu
terbaru mereka. Semua member EXO mengeluarkan penampilan terbaik mereka. Han
Hyora menonton di antara bangku penonton sembari tersenyum menatap Kai. Music
Bank telah sampai di penghujung acara. Voting untuk menentukan pemenang minggu
ini pun dimulai. EXO dan A-Pink yang menjadi nominasinya. Seperti yang
diharapkan Hyora, EXOlah pemenangnya. Para fans EXO meneriakkan nama Oppa
mereka dengan penuh semangat. Beberapa menangis saking bahagianya.
“Chukkahae Oppa...” Ucap Hyora pelan.
“OPPA!!! HAN HYORA DISINI OPPAAAA!!!” Teriak seorang fans di
samping Hyora. Wanita itu menoleh ke arah fans tersebut terkejut.
Apa yang dia lakukan?
“JONGIN OPPAA!! ADA HYORA DISINI!! HYORA TIDAK MATI!!”
Teriak fans lain.
“OPPA!! HYORA DISINI!! LIHAT KESINI!!” Teriak yang di sebelah
kiri Hyora. Hyora menggigit bibirnya. Dia tidak berniat memberitahu para member
EXO tentang kedatangannya.
Semua meneriakkan hal yang sama. Bahwa Hyora ada disini.
Para fans dari artis-artis lain melihat ke arah fans EXO untuk mencari Hyora.
Dan akhirnya, para member EXO (juga penyanyi laki-laki tampan yang lain) ikut
mencari. Kai terpaku melihat sesosok perempuan yang berada di antara bangku
penonton. Itu Han Hyora.
Mereka saling bertatapan. Kai membelalakkan matanya. Hyora
segera berbalik dan mengambil jalan pulang.
Kai terpaku di tempatnya berdiri. Para member EXO yang sudah
mengucapkan rasa terima kasih mereka kemudian berseru ‘We are one’. Lagu EXO
yang memenangkan penghargaan untuk minggu ini pun diputar. Seluruh member EXO
termasuk Kai membungkukkan tubuh mereka 90° dan tersenyum kepada para fans.
“OPPA APA YANG KAU LAKUKAN?? HYORA PERGI, CEPAT KEJAR!!” Teriak
para fans.
“OPPA KEJAR HYORA SEBELUM DIA BENAR-BENAR PERGI!!”
“OPPAAAA!!”
Setelah membungkukkan badan, tersenyum kepada fans dan acara
berakhir para member EXOpun turun dari panggung. Kai segera berlari ke luar
dari gedung Music Bank. Mencari Han Hyora. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan,
tapi gadis itu tidak ada dimana-mana. Nafasnya terengah.
“HYORA-YA!! EODIYA??” Teriak Kai sekeras mungkin. “HYORA-YA!
Kumohon keluar...aku merindukanmu setengah mati...”
Kai kemudian memegang kedua lututnya. Lelah. Dia kembali berdiri
tegak dan mencubit pipinya. “Apa ini mimpi? Kenapa terasa sangat nyata?”
Dia melihat ke sekitarnya. Berlari ke sekeliling gedung Music Bank
untuk mencari Hyora, tapi hasilnya nihil. Setelah itu Kai kembali memasuki
gedung, berjalan dengan langkah gontai ke arah backstage.
“Oppa.”
Kai membalikkan badannya. Han Hyora. Gadis itu berdiri di
belakangnya. Tersenyum dengan senyumnya yang seindah bulan purnama. Hyora
merentangkan kedua tangannya. Matanya berair, begitu pula Kai.
Pria itu berjalan cepat ke arah Han Hyora. Memegang kedua pipi
gadis itu, memejamkan matanya dan mencium bibir Hyora lembut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar