Title
: Love Disaster (Part 3)
Scriptwriter
: HanaYuki13
Main
Cast : Kai EXO, Key SHINee, and OC.
Genre
: Fantasy, Romance, Tragedy, School Life.
Length
: Series
Rating
: PG-15
Summary
:
Harusnya aku tidak pernah meminumnya….
Harusnya aku tidak pernah…
Pandangan mataku kabur. Samar samar, aku melihat bayangan hitam.
Dewa
kematian kah? Sudah kuduga…dia akan datang…
*Author PoV*
“Cha~ jadi mari kita mulai...” Ujar Kim Youngmin, CEO SM
Entertainment pada anak-anak SHINee.
“Sillyehamnida...” Seru Soonwoo, yang sedang berpura-pura
menjadi tukang angkut barang, sembari membawa sebuah lukisan berukuran besar ke
dalam ruangan.
“Maaf...tapi kita sedang ada rapat...” Ucap Choi Jin,
manager SHINee.
“Gwaenchana. Aku yang memintanya datang ke sini. Silahkan
masuk...” Tukas Kim Youngmin.
“Dimana...aku memasangnya?” Tanya Soonwoo pada Kim Youngmin,
pria itu kemudian menunjuk salah satu sisi dinding dalam ruangan.
“Disana. Kau bisa memasangnya disana.”
“Ne, algesseumnida.” Ucap Soonwoo lalu mulai memasang
lukisan besar itu.
“Jadi...” Kim Youngmin terdiam sejenak. “Kenapa kau mencium
gadis itu?”
Key terdiam.
“Palli malhae!”
“Joeseonghamnida. Ini kesalahanku.” Ucap Key kemudian.
“Yang kutanya bukan siapa yang salah...” Kim Youngmin
kembali terdiam, dia terlihat seperti sedang mengatur amarahnya. “Tapi kenapa
kau melakukannya?”
“Aku...benar-benar tidak tahu harus menjawab apa...aku tidak
memikirkan dampak yang akan terjadi dari tindakanku. Aku benar-benar tidak
dewasa. Joesonghamnida.” Key meminta maaf sekali lagi.
“Kau jelas-jelas sudah tahu kan? Skandal seperti ini...ini
takkan berakhir begitu saja. Kau sudah tahu kasus Baekhyun dan Taeyeon kan?
Para fans Baekhyun, mereka mengutuk tindakan Baekhyun dan melakukan bash pada
Taeyeon. Kalian, para idola...harusnya kalian tetap di atas, menjadi bintang
untuk fans kalian! Bahkan pasangan artis seperti Baekhyun dan Taeyeon saja
masih mendapatkan reaksi yang negatif dari sebagian fansnya. Bagaimana
denganmu? Gadis itu bukan siapa-siapa, dia hanya seorang penari latar! Jadi kau
tahu pasti apa yang akan terjadi dengannya, kan?” Tutur Kim Youngmin panjang
lebar.
“Ne.” Ujar Key.
“Kalian juga, ada apa dengan kalian? Kudengar kalian
mengadakan perang dingin satu sama lain. Kalian ingin hancur hanya karena
skandal seperti ini? Harusnya di saat seperti ini kalian semakin bergantung
satu sama lain dan saling menasehati, bukannya memulai pertengkaran yang hanya
akan menimbulkan skandal baru!”
“Ne.” Jawab para member bersamaan.
“Ada apa dengan kalian, hah?” Tanya Kim Youngmin penuh
amarah.
“Maaf. Kita sadar kita juga bersikap sangat tidak dewasa.”
Jonghyun angkat suara.
“Tapi...?”
“Ne?” Tanya Jonghyun.
“Tapi kenapa kalian melakukannya?”
Hening. Tak ada satupun dari para member yang berani
mengangkat suara.
“Apa tidak ada satu orangpun yang akan menjawab pertanyaan
saya?”
“Bukankah karena mereka juga mencintai Han Hyora?” Jawab
Key. Soonwoo, yang sedang mengelap lukisan besar tersebut, menghentikan
aktifitasnya. “Apa aku benar, hyung?” Tanya Key sembari menatap Onew.
“Benar apa yang dikatakan Key?” Tanya Kim Youngmin.
“Ne...” Jawab ketiga member kecuali Taemin. Kim Youngmin
lalu menatap Taemin.
“Aku....aku tidak termasuk.” Seru Taemin segera.
“Apa Han Hyora...secantik itu?” Tanya Kim Youngmin kemudian.
“Sangat cantik sehingga membuat kalian mengabaikan karir kalian hanya untuk
seorang penari latar seperti itu?”
“Dia bukan seorang penari latar biasa...” Minho mengangkat
suara. Kim Youngmin kemudian menatapnya tajam. “Ne. Joesonghamnida.”
“Sebenarnya apa yang salah dengan otak kalian!? Bagaimana
bisa kalian berlima menyukai gadis yang sama!?” Bentak Kim Youngmin.
“Aku tidak termasuk, sajangnim.” Ucap Taemin segera. Kim
Youngmin menatapnya tajam. Taemin terdiam.
“Aku tidak mengerti kenapa kalian bisa mencintai satu gadis
yang sama sedangkan ada banyak sekali gadis cantik di lingkungan kalian.
Tetapi, pertama-tama yang harus kalian lakukan adalah kontrol emosi kalian.
Jangan sampai emosi sesaat itu menghancurkan karir kalian. Aku tidak peduli
dengan apa yang kalian lakukan di belakang panggung dan di belakang kamera,
tapi jangan sampai publik mencium
ini...kalau kalian mencintai Han Hyora. Aah jinjja, meskipun aku memikirkannya
berulang kali juga aku tetap tidak bisa memahami kalian!” Ujar Kim Youngmin
panjang lebar. “Dan juga, Key neo...untuk sementara waktu, selama publik masih
menyerangmu dan Hyora jangan keluar dari apartemenmu. Jangan menjawab
pertanyaan apapun yang diajukan oleh wartawan, karena Entertainment yang akan
mengurusnya. Dan juga, seluruh iklanmu akan ditarik dari pasaran karena skandal
ini. Kalian hanya harus fokus dengan promosi album ini dan kami akan berusaha
untuk mengalihkan perhatian netizen dari skandal ini. Key, kau hanya harus
duduk manis dan jangan melakukan apapun karena kami yang akan mengurusnya.
Untuk sisanya, jangan sampai bocor kepada netizen ataupun wartawan kalau kalian
menyukai Han Hyora, arasseo!?”
“Ne...” Jawab Taemin, sedangkan ketiga member SHINee yang
lain seperti ragu mengatakannya.
“Tapi...bagaimana dengan Hyora?” Key bertanya.
“Apa maksudmu dengan bagaimana??” Balas Kim Youngmin.
“Yah....sajangnim tahu kan, dia juga diserang karena skandal
ini. Dan baru-baru ini dia dibully. Jadi yah, tidakkah kau pikir dia perlu
dilindungi?”
“Lalu apa? Kau ingin Entertainment untuk mengirim bodyguard
padanya dan lalu melindunginya sepanjang waktu begitu?” Tanya Kim Youngmin.
“Dia hanya penari latar. Kalaupun dia akan mengalami masalah itu juga karena
ulahmu! Itulah kenapa aku sudah memperingati kalian para artis berulang kali
agar berhati-hati mengambil tindakan! Entertainment tak mungkin bisa
melindunginya seperti kami melindungimu! Yang bisa kami lakukan hanyalah
memendam skandal ini dan berharap agar skandal ini cepat berlalu!”
“Anak muda?” Seru Choi Jin. Soonwoo yang sedang memegang
kedua sisi bingkai lukisan tersebut langsung berbalik.
“Ye?” Tanyanya.
“Kurasa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu.”
“Ah, ne.” Ucap Soonwoo yang lalu melangkah keluar dari
ruangan.
Rapat untuk mengatasi skandal itu masih berlangsung, tapi
mau tak mau Soonwoo melangkah keluar. Saat dia menutup pintu, dia berpikir
keras. Tidak hanya Onew dan Key, tapi
hampir semua member SHINee menyukai Han Hyora? Sudah kuduga...gadis itu pasti
memiliki sesuatu...tapi, kenapa aku? Benak Soonwoo kemudian. Apa jangan-jangan, hanya laki-laki tampan
yang akan menyukai Hyora? Aku harus memastikannya kalau begitu...
***
*Author PoV*
“Hyung, kurasa aku sudah sedikit mengerti dengan kasus Han
Hyora ini...” Ucap Soonwoo kepada Jinpyo.
“Kau menemukan sesuatu lagi?” Tanya Jinpyo.
“Eo...dan yang ini sangat menarik!” Soonwoo kemudian
menggunakan isyarat dengan tangannya menyuruh Jinpyo untuk mendekat. Saat
laki-laki itu mendekat, dia berbisik di telinganya. “Han Hyora. Entah kenapa,
semua laki-laki tampan langsung jatuh cinta padanya apabila melihat wajahnya!”
“Jinjja!?” Tanya Jinpyo terkejut.
“Jangan terlalu keras! Aku sudah melakukan penelitian dengan
melihat reaksi para laki-laki tampan saat melihat video dan foto-foto Han
Hyora. Dan sangat terlihat kalau mereka mencintai wanita itu pada pandangan
pertama!” Ujar Soonwoo kemudian.
“Daebak~!” Seru Jinpyo. “Tapi...apa itu berarti aku tidak
cukup tampan, begitu?”
Soonwoo mengangguk. Jinpyo langsung menjitak kepalanya. “Ya
imma! Biar seperti ini juga aku dikejar sama banyak gadis di SMA ku dulu! Aku
termasuk yang tampan saat itu!”
Sudah jelas, itu sebuah kebohongan.
“Ah jinjja..! Hyung hanya tidak mau mengakui kualitas
hyung..terserahlah. Toh, buktinya hyung tidak jatuh cinta dengan Hyora kan? Itu
adalah fakta.” Ucap Soonwoo sembari mengusap kepalanya kesakitan.
Jinpyo langsung berdiri dan mencari kaca, begitu dilihatnya
kaca tersebut dan dia bergaya di depannya. Jinpyo langsung menunduk dengan
ekspresi sedih. “Aah...molla.”
Soonwoo menghampiri Jinpyo dan meletakkan dagunya di bahu
pria itu. “Tapi hyung, sedari tadi ada yang mengganggu pikiranku...kenapa semua
laki-laki tampan bisa jatuh cinta dengan Han Hyora, tidakkah itu aneh? Secantik
apapun seorang wanita, tidak mungkin dia bisa menaklukkan seluruh pria begitu
saja. Dan kenapa Han Hyora mengatakan kalau perasaan itu bukanlah cinta, tetapi
mereka hanya tertipu oleh emosi mereka. Bukankah itu berarti dia tahu rahasia
kenapa semua pria bisa mencintainya?”
“Memang aneh! Kalau itu tipuan dan bukan cinta yang
sebenarnya. Berarti dia pasti melakukan sesuatu sehingga cinta yang menurutnya
palsu itu menghinggapi hati seluruh laki-laki tampan yang melihatnya! Tapi, apa
yang sudah dia lakukan...?” Jinpyo lalu terdiam, berpikir. “Ya imma! Singkirkan
kepalamu dari bahuku, itu membuatku tidak bisa berpikir!”
“Arasseo....arasseo..!” Seru Soonwoo cemberut seraya melepas
dagunya dari bahu Jinpyo. Mereka berdua lalu terdiam dan berpikir keras.
“Sihir...!!” Ucap kedua pria itu bersamaan.
“Aah...sudah kuduga. Wanita itu pasti menggunakan sihir agar
membuat semua laki-laki tampan mencintainya. Benar-benar tak bisa kupercaya,
seseorang dengan wajah sepolos itu menggunakan sihir...? Benar-benar licik..”
Tukas Jinpyo puas dengan hasil pikirannya sendiri.
“Hyung....jangan berbicara seperti itu tentang Han Hyora di
depanku. Atau kau akan mati.” Ancam Soonwoo dengan ekspresi marah.
“Ani...bukankah itu benar? Dia memang memakai sihir kan?”
Tanya Jinpyo pada Soonwoo. Soonwoo langsung menggenggam kerah Jinpyo.
“Han Hyora...dia bukan gadis seperti itu! Pasti saat itu dia
sedang berada di dalam situasi yang harus membuatnya menggunakan sihir
tersebut. Pokoknya, dia bukan gadis serendah yang kau pikirkan!” Ucap Soonwoo
lalu melepas kerah Jinpyo dan berjalan keluar ruangan.
“Sihir itu...benar-benar mengerikan...” Gumam Jinpyo yang
masih shock dengan apa yang dilakukan Soonwoo.
Aku tidak mengatakan
hal itu tanpa alasan...ada banyak hal yang masih janggal. Han Hyora, bukan dia
yang menyebabkan semua ini terjadi...
***
*Hyora PoV*
Saat ini, semua sedang bersiap untuk pertunjukkan MAMA 2015.
Sedangkan aku sedang gemetar di kursiku. Memikirkan akan betapa banyaknya
penyanyi laki-laki yang akan datang dan melihatku menari bersama Key.
Bagaimana ini? Aku tak
mungkin tak menghadiri acara ini....semua akan hancur tanpa adanya diriku...
“Hyora-ya, gwaenchana?” Tanya Minho dengan lembut begitu dia
menghampiri bangkuku.
“Ah? Ne...” Ucapku sembari melihat Key. Pria itu sudah
menjauh dariku sejak aku mengatakan bahwa perasaannya merupakan beban bagiku
dan meski bagaimanapun juga aku akan tetap mencintai Taemin. Kejam memang. Tapi
tak ada cara lain lagi, aku tak mau memberikan harapan palsu untuk Key dan
menyakiti Key lebih dalam lagi. Di saat kenyataan memang menunjukkan kalau aku
tidak memiliki perasaan apapun pada Key. Saat Key sadar bahwa aku sedang melihatnya,
aku langsung membuang pandanganku pada Minho.
“Kibum hyung...dia hampir membuat masalah dengan berteriak
ingin keluar dari apartemen dan minum-minum tadi malam. Kami kewalahan
mengatasinya.” Cerita Minho begitu menyadari arah mataku.
Aku terdiam, mataku berubah sendu. Sudah separah itu rupanya. Yura, untung bukan kau yang mengalaminya.
“Hyung menangis berjam-jam. Tapi tenang saja, sepertinya dia
sudah merelakanmu...” Ucap Minho sembari tersenyum padaku. Meski aku tahu
senyum itu sangat dipaksakan. “Apa kau benar-benar mencintai Taemin?”
“Eo...” Jawabku dengan tatapan menerawang. Tapi sampai mati, cintaku takkan diterima...
“Taemin, sepertinya dia menyukai Yura...”
“Aku tahu.” Balasku. “Hanya saja, aku tak bisa melupakan
Taemin Oppa. Aku sudah benar-benar mencintainya.”
Bukan itu masalahnya
sekarang. Masalahnya adalah Oppa, kumohon lawan perasaan itu dan berhenti
mencintaiku...
“Aku...tak bisakah kau mencintaiku?” Tanya Minho sembari
menatapku dalam. Aku melihatnya dengan tatapan terkejut.
“Mwo?” Seruku
kemudian.
Dia....sudah
mengatakannya...dia tak mau melawan perasaan itu...
“Ani. Lupakan saja. Anggap kau tak pernah mendengarnya.”
Ujar Minho, kembali tersenyum. “Tapi apa benar kau baik-baik saja? Dari tadi
kulihat tanganmu gemetar.”
“Aku...hanya sedikit gugup. Itu saja.” Ucapku berbohong.
“Tenangkan dirimu. Ada aku. Percaya saja padaku.” Tukas
Minho sembari tersenyum lembut.
Terkutuk kau Han
Hyora!
“Kenapa harus Oppa?” Ucapku.
“Ne?”
“Oppa. Apa harus kutekankan sekali lagi? Aku tak menyukai
siapapun selain Taemin Oppa. Jadi kumohon lupakan perasaan Oppa. Atau, jangan
tunjukkan perasaan Oppa padaku. Oppa benar-benar membuat suasana hatiku semakin
buruk.” Ujarku tajam.
Mianhaeyo Oppa...aku
harus mengatakannya...kalau tidak, Oppa takkan berusaha melawan perasaan itu.
“5 menit lagi!” Seru seorang staff MAMA 2015 pada seluruh
anggota di dalam backstage SHINee.
“Mian...aku...harusnya aku tidak mengatakannya.” Kata Minho
padaku, pria itu langsung kembali ke tempatnya duduk.
Aku menutup mukaku dengan tangan. Kacau...semuanya kacau...
***
*Author PoV*
Lagu Goodbye Love SHINee dimulai. Semua perhatian para
artispun tertuju pada mereka. Semuanya. Bahkan mereka yang sedari tadi
mengobrolpun ikut melihat penampilan tersebut. Alasannya tentu saja : skandal
Key dengan Hyora. Dan rahasia umum di kalangan mereka kalau hampir seluruh
member SHINee menyukai Han Hyora. Sebagian besar dari mereka bahkan beranggapan
kalau Taemin juga menyukainya, hanya pura-pura menyukai Yura. Saat mata para
penyanyi laki-laki itu tertuju pada Han Hyora, semuanya terkesima.
“Itu...Han Hyora, kan?” Tanya Baekhyun pada Chanyeol.
Sedangkan yang ditanya hanya mengangguk sembari tercengang menatap Hyora.
“Bagaimana bisa dia menjadi secantik itu? Ani...bukankah dari dulu dia sudah
sangat cantik? Kenapa aku baru menyadarinya...”
“Hyung, aku juga baru menyadarinya.” Ujar Chanyeol.
“Nado.” Seru D.O.
“Nado.” Sahut Suho.
“Kalian terlambat...aku sudah menyadarinya sejak dia menari
bersama kita.” Ucap Kai, bergumam pelan pada dirinya sendiri.
“Mwo?” Tanya D.O.
“Mwo?” Kai balik bertanya.
“Kau mengatakan sesuatu tadi...!” Seru D.O pada Kai.
“Jinjja? Mwo?” Tanya Kai lagi.
“Aah...terserahlah!” Ucap D.O.
Sedangkan di sisi lain, para personil Super Junior juga
sedang memuji kecantikan Hyora.
“Yaa~ dia benar-benar cantik, tak heran semua anak SHINee
jatuh cinta padanya.” Ucap Sungmin.
“Bukankah Taemin tidak termasuk? Kenapa kau mengatakan
semuanya?” Tanya Yesung pada Sungmin.
“Hyung. Taemin itu pemalu, mana mungkin dia akan mengakui
perasaannya begitu saja? Aku yakin, dia hanya berusaha menafikkan kenyataan
bahwa dia mencintai Han Hyora. Gadis itu, tidak mungkin ada pria yang tidak
mencintainya.” Ujar Sungmin penuh keyakinan.
“Ya! Kau itu sudah menikah! Bagaimana bisa kau mengatakan
hal seperti itu? Jangan bilang kau juga jatuh cinta pada Han Hyora!” Seru
Yesung pada Sungmin.
“Tentu saja tidak hyung! Mana mungkin aku mencintai anak
kecil seperti itu!” Bantah Sungmin, sedangkan dia sudah hampir menangis. Aku...kenapa aku seperti ini??
“Tidak heran, gadis secantik itu...dia bisa mencuri hati
siapa saja. Lihatlah ekspresi anak-anak Winner disana, melihat Han Hyora..”
Ucap Donghae sembari menunjuk grup Winner dengan kepalanya.
“Yaa~ mereka benar-benar menunjukkannya.” Ujar Siwon.
“Aneh, kenapa kita baru menyadarinya sekarang? Kenapa tidak
sejak dia menari bersama EXO, saat berpasangan dengan Kai.” Kyuhyun mengangkat
suara.
“Entahlah. Mungkin...karena dia sudah semakin dewasa
sekarang?” Yesung berpendapat.
“Kurasa bukan itu alasannya...” Balas Kyuhyun pelan.
“Mworago?” Tanya Yesung.
“Aniya...bukan apa-apa.” Seru Kyuhyun sembari terus
memperhatikan Hyora.
“Jong in-ah, neo mwohae?” Tanya D.O begitu Kai berdiri dari
tempat duduknya.
Ada apa denganku...?
Kenapa aku harus semarah ini??
“Aniya gwaenchana...” Ucap Kai yang lalu duduk kembali ke
tempat duduknya. D.O lalu melihat tangan Kai yang gemetar.
***
*Han Hyora PoV*
Acara MAMA 2015 sudah selesai. Dan aku sedang bersiap pulang
saat tanganku digenggam oleh seseorang. Aku menoleh. Kai.
“Oh Oppa...”
Tanpa mengatakan apa-apa, Kai menarik tanganku. Begitu
sampai di sebuah tempat yang sepi, Kai mengangkat suaranya.
“Apa yang sudah kau lakukan?” Tanya Kai dengan mata memerah.
“Mwo?”
“APA...” Kai menarik nafas dalam. Berusaha mengatur
emosinya. “Yang sudah kau lakukan...??”
Aku terdiam. Dia mengetahuinya.
“Bukankah Oppa sudah mengetahuinya? Kenapa Oppa bertanya
lagi?” Balasku.
“Kenapa kau melakukannya?” Tanya Kai lagi. Menatapku dengan
mata memohon. Berharap jawaban yang didapatnya sama dengan yang diharapkannya.
“Bukankah sudah jelas? Aku...hanya ingin mendapatkan
beberapa kesenangan yang belum kudapat dulu. Oppa tahu kan , aku menyukai
Taemin Oppa dan ingin menunjukkan padanya kalau aku juga bisa disukai banyak
lelaki. Oppa lihat kan? Aku sudah berhasil.” Ucapku dengan nada bergetar.
“Keojitmal.” Kata Kai. “Aku tahu
kau bukan seseorang seperti itu..”
“Aku....aku meminum ramuan yang
bisa membuat semua laki-laki tampan mencintaiku yang kubeli dari seorang
paranormal. Ramuan itu mengharuskanku untuk memakan mawar setiap hari agar
sihirnya semakin kuat. Dan aku tidak pernah absen memakannya. Oppa tahu kenapa?
Karena aku, memang orang yang seperti itu. Jadi, lepaskan tanganku, aku ingin
pulang.” Tuturku cepat. Tapi Kai tak juga melepaskannya. Aku berusaha keras
melepaskannya tapi orang itu malah mengencangkan genggamannya. “Oppa, sakit...”
“Kau tidak tahu...! Betapa aku
menahan diriku melihatmu menarikan tarian seperti itu bersama Kibum hyung!
Sebenarnya ramuan apa yang kau minum!? Aku hampir gila melihatmu di panggung
tadi! Ara!?” Bentak Kai padaku. Matanya benar-benar memerah.
“Mwo?”
“Kenapa hanya aku...yang merasakan
hal itu di saat orang lain yang juga terkena sihirmu tidak segila diriku?
Aku....hampir-hampir menaiki panggung itu dan menghajar Kibum hyung saat itu
juga..!”
Kenapa..?
Kenapa pengaruh sihirnya lebih kuat...??
“Molla...” Jawabku lalu kembali
berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.
“Kumohon jangan melakukannya...itu
hanya akan membuat tanganmu lebih sakit lagi..” Pinta Kai. Akupun berhenti dan
menatap matanya. Tatapan matanya berbeda dengan mereka yang juga terkena
sihirku. Seperti orang yang benar-benar tersiksa. “Ini...pertama kalinya aku
merasakan cinta seperti ini. Jadi kumohon...aku merasa aku akan gila kalau kau
tidak menjawabnya. Maukah kau menjadi kekasihku?”
Aku terdiam.
“Tidak apa-apa kalau kau tidak mau
menjawabnya sekarang...aku akan menunggu. Tapi hanya selama 1 minggu. Setelah
itu, kau harus menjawabnya. Apapun yang terjadi. Karena aku bisa gila kalau kau
tidak menjawabnya.” Ucap Kai, dia lalu melepas tanganku. “Mian...karena telah
menyakiti tanganmu.”
***
*Author PoV*
Soonwoo. Yang sudah menemukan rahasia besar dari kasus yang
diselidikinya. Sedang berjalan menuju sebuah gedung tua yang dari luar tampak
seperti tidak berpenghuni. Dia tersenyum lebar. Disini...aku pasti menemukan jawabannya! Benaknya senang. Saat dia
sedang ingin melangkah masuk, dia melihat seseorang yang juga ingin memasuki
gedung tersebut. Buru-buru, dia bersembunyi dan menajamkan penglihatannya untuk
melihat orang tersebut. Han Hyora??
Seketika, jantungnya berdegup kencang. Sial. Apa yang dilakukan
wanita itu disini? Sekarang sudah jelas kalau dia memang memiliki kekuatan
sihir itu dari sini...
***
*Han Hyora PoV*
“Selamat datang...”
Ucap wanita tua terkutuk itu. Yang sudah membuat kehidupanku kacau
balau. Aku bahkan tak habis pikir dengan diriku yang melangkah masuk ke dalam
ruangan yang kuyakini tak akan pernah kudatangi lagi. Begitu wanita itu
melihatku, dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan melangkah mundur. Berjaga-jaga
dengan apa yang mungkin akan kulakukan padanya. Aku langsung memasuki ruangan
itu dan mengambil tempat duduk. “Apa...apa yang ingin kau lakukan disini?
Bukankah sudah kubilang? Tak ada ramuan penawarnya. Kalaupun ada akan kuberikan
padamu secara gratis sekarang juga!”
“Keokjongma..aku bukan datang kesini untuk menuntutmu.”
Ujarku, berusaha mati-matian menahan amarahku.
Wanita itu kembali duduk di tempat duduknya. Menatapku
takut-takut. “Lalu untuk apa kau datang kesini?”
“Kim Jongin. Ahjumma tahu kan?” Ucapku kemudian.
“Kai EXO? Siapa wanita di dunia ini yang tidak
mengetahuinya? Tentu saja aku sangat mengetahuinya!” Wanita itu kemudian
tertawa, menunjukkan deretan giginya yang hitam. Namun dia segera berhenti
melihat mataku yang menatapnya tajam. “Ada apa dengan Kai?”
“Kenapa...pengaruh sihirnya lebih kuat dari yang lain?”
Tanyaku kemudian. Hampir menangis mengucapkan hal itu.
“Kalau begitu sudah jelas jawabannya.” Wanita itu kemudian
menatapku dalam. “Karena dia sudah mencintaimu sejak lama. Kira-kira kapan dia
mulai mencintaimu?”
“Mungkin...” Aku mengingat-ingat. “Sekitar hampir 1 tahun
yang lalu. Saat itu aku menjadi penari latar EXO untuk lagu Don’t Go. Dan aku
berpasangan dengannya. Yah...kurasa saat itu dia menyukaiku tanpa kusadari.”
“JINJJA!!??” Tanya wanita itu. Terkejut luar biasa.
“Eo...eo...wae?”
“Harusnya di tingkat seperti itu dia sudah tidak bisa
berpikir jernih dengan apa yang dia lakukan. Untuk waktu yang sangat lama itu,
dia pasti sudah gila kalau dia melihatmu! Kau bertemu dengannya? Apa yang dia
lakukan padamu. Tidak mungkin...dia....”
“Dia tidak melakukan sesuatu yang Ahjumma pikirkan. Dia
hanya mengatakan dia hampir gila karena menahan dirinya melihatku menari
bersama Kibum Oppa. Dan dia menembakku. Itu saja.” Ceritaku pada wanita itu.
“Yaa~ dia pasti benar-benar menahan dirinya! Kau tahu, kalau
saat itu Key yang sedang berada di posisi Kai, dia pasti sudah tak bisa menahan
dirinya lagi!” Ucap wanita itu dengan terkagum-kagum.
“Apa...aku harus menerimanya?” Tanyaku pada wanita itu.
“Yah, dia mungkin hanya akan menjadi gila dan sangat
tersiksa dengan apa yang dirasakannya padamu kalau kau tidak menerimanya. Tapi
itu terserah padamu.”
“Kalau Ahjumma mengatakan sesuatu seperti itu mana mungkin
aku menolaknya?” Ucapku kesal. “Tapi, kalau seperti itu...apakah semua orang
yang terkena sihirku juga akan seperti itu kalau aku terus memakan mawar selama
1 tahun?”
Wanita itu terdiam. Ragu-ragu dengan apa yang akan
dikatakanya.
“Ahjumma!”
“Eo...mereka akan seperti itu..” Ucap wanita itu. “Tapi jangan
pernah berpikir untuk mengorbankan nyawamu dengan berhenti memakan mawar! Aku
akan memikirkan cara apapun selain itu! Aku janji aku akan membuat ramuan penawarnya! Aku takkan tidur sampai aku berhasil membuatnya!”
Aku menatap wanita itu dalam-dalam. “Ahjumma yakin Ahjumma
bisa membuatnya?”
“Eo! Aku sangat yakin! Ramuan tertukar itu adalah
satu-satunya kesalahanku yang kubuat selama karirku sebagai paranormal! Aku
yakin aku bisa membuatnya! Jadi jangan pernah berpikir sesuatu yang bodoh
dengan berhenti memakan mawar itu! Aku tahu kau adalah tipe gadis yang akan
melakukan hal itu!” Ucap wanita itu cepat.
“Arasseo...dan juga Ahjumma, ini permintaanku yang paling
tulus. Bisakah kau...jangan memberikan pria manapun ramuan cinta yang akan
membuatku jatuh cinta? Saat para pria itu mengetahui tempat ini, mereka pasti
akan berlomba-lomba untuk meminta ramuan itu. Saat itu terjadi,
kumohon...jangan berikan itu pada mereka...kalau Ahjumma melakukannya, kurasa
aku bisa memaafkan Ahjumma...” Pintaku dengan tulus.
“Baiklah. Aku akan melakukannya. Berapapun uang yang mereka
berikan padaku aku takkan memberikan ramuan itu pada mereka. Puas??” Ucap
wanita itu dengan berat hati. Aku tahu pasti sangat berat untuk seseorang yang
mencintai uang untuk mengatakan hal itu. Tapi rasa bersalahnya padaku pasti
lebih besar lagi. Aku tersenyum. Setidaknya dia jauh lebih baik daripada apa
yang kukira. “Jadi...jangan rusak hiasan kepalaku lagi! Ini berarti segalanya
untukku! Kau tak tahu berapa malam yang kuhabiskan untuk memperbaiki hiasan rambut
ini agar menjadi seperti semula! Aku menghabiskan sangat banyak kotak tisu
karena air mataku terus keluar saat aku memperbaikinya! Aku bahkan terpaksa
menutup bisnisku untuk sementara karena temanmu merusak benda kesayanganku ini,
ara!?”
Salah. Dia ternyata melakukan hal itu hanya untuk hiasan
kepalanya.
“Arasseo aku takkan melakukannya. Kalau begitu, aku
permisi...” Ucapku lalu melangkah menuju pintu.
“Eo..” Jawab wanita itu.
***
*Author PoV*
Sial. Tidak terdengar
apa-apa! Apa ini ruangan kedap suara? Batin Soonwoo seraya terus
mempertajam pendengarannya. Tiba-tiba, pintu di depannya terbuka. Soonwoo
buru-buru bersenyembunyi ke balik dinding. Dia melihat Hyora keluar. Wanita itu
sedang mendesah dengan wajah murung. Dia...apa
dia sedang menyesali keputusannya?
Tidak...itu bukan
keputusannya! Bukankah dia melakukan hal itu karena situasi yang
mengharuskannya begitu?? Itu bukan keputusannya!
Tapi...bisa saja dia
memang wanita seperti itu! Kau hanya dibutakan oleh cinta!
Berhenti berpikiran
buruk tentang gadis itu! Kau bahkan belum memastikan kalau Taemin juga ikut
terkena sihir itu! Masih ada hal yang janggal yang belum kau ketahui! Jadi
jangan seenaknya menarik kesimpulan seperti itu!
“Aah...molla! Berhentilah bertengkar kalian yang di dalam
sana!” Ucap Soonwoo stress. Dia lalu memasuki ruangan tersebut.
“Selamat datang...” Seru wanita di dalam ruangan itu dengan
ramah. Soonwoo tersenyum dan mengambil tempat duduk. “Ada perlu apa sehingga
seorang anak muda tampan sepertimu datang ke tempat ini?”
“Aku...ingin membeli ramuan cinta.” Ujar Soonwoo tanpa
berbasa-basi lagi.
“Siapa yang ingin kau buat jatuh cinta?” Tanya wanita itu
sembari tersenyum menggoda. “Kalau itu aku...maka aku sudah jatuh cinta padamu
pada pandangan pertama.”
Hei! Kenapa kau tidak
membeli ramuan cinta untuk membuat Hyora jatuh cinta padamu saja? Bukankah itu
ide yang bagus?
Ide macam apa itu?
Jangan bergantung dengan sihir! Percuma kalau cinta itu timbul bukan karena
usahamu sendiri! Fokuslah dengan tujuanmu sekarang ini! Kau harus mencari tahu
alasan dibalik semua kejadian ini!
“Anak muda?” Seru wanita itu. Menghentikan pertengkaran di
dalam batin Soonwoo.
“Bukan aku...” Soonwoo lalu mengeluarkan foto teman prianya
yang masih termasuk tampan. “Tapi adik perempuanku ingin membuat pria ini jatuh
cinta padanya. Dia tidak bisa datang ke sini karena katanya tempat ini
menakutkan. Jadi dia memintaku membelinya.”
Wanita itu menatap foto itu sembari mengerutkan alisnya.
“Sayang sekali. Ramuanku untuk membuat pria jatuh cinta sudah habis. Kurasa aku
tidak bisa membantumu..”
“Sudah habis?” Tanya Soonwoo. Sudah kuduga dia akan mengatakannya. Sedikit wawancara dan pecahan
puzzle ini akan tersusun sempurna. Soonwoo lalu menunjuk sebuah lemari yang
berisi ramuan berwarna ungu bercampur ramuan berwarna kuning. “Disana...ramuan
berwarna ungu disana itu bukankah itu yang dinamakan ramuan cinta? Kulihat
stoknya masih ada..”
“Majayo...tapi ramuan itu bukan untuk laki-laki, itu hanya
untuk perempuan.”
“Aku belajar sedikit
tentang tempat ini sebelum aku datang. Mereka bilang ramuan cinta adalah yang
paling terkenal di antara seluruh ramuan yang ada disini. Dan tidak ada
perbedaan apakah itu untuk laki-laki atau untuk perempuan. Setahuku begitu.”
“Memang dulunya seperti itu...tapi sekarang tidak. Sekarang
aku membuatnya khusus hanya untuk mereka yang menginginkan perempuan.”
Gadis iblis itu!
Karena permintaannya untuk membuat semua pria tampan mencintainya dan karena
aku kasihan pada temannya aku jadi berbohong seperti ini!
“Boleh aku tahu alasannya?” Tanya Soonwoo.
“Ye?” Ujar wanita itu.
“Alasan kenapa Ahjumma hanya membuatnya untuk perempuan..”
“Kau terlalu banyak bertanya. Kurasa urusanmu disini sudah
selesai. Jadi silahkan keluar.” Ucap wanita itu.
“Sejujurnya aku sudah mengetahuinya...” Ujar Soonwoo. “Bahwa
ramuan itu mengharuskan orang yang mengonsumsinya untuk memakan mawar setiap
hari seumur hidupnya. Setiap kali memakan mawar sihirnya akan semakin kuat,
tapi kalau mereka tidak memakannya maka nyawa mereka taruhannya. Aku sudah tahu
itu. Selama ini tak ada orang yang berani melaporkannya kan? Aku bisa
melaporkannya pada polisi sekarang juga. Akupun sudah memiliki saksi yang cukup
untuk menjebloskan Ahjumma ke penjara.”
Karena dirimu...nyawa
wanita yang kucintai dalam bahaya!
“M...mwo?? Ya! Kau mengancamku?” Kata wanita itu yang mulai
naik pitam. “Aku juga memiliki ramuan yang bisa mencabut nyawa seseorang kalau
aku menginginkannya! Kau...kalau kau melaporkannya ke polisi kau tahu apa yang
akan terjadi padamu kan??”
“Aku sudah mengetahuinya. Karena itulah tidak ada yang
berani melaporkannya pada polisi. Tapi, bagiku nyawa bukan masalah. Toh, cepat
atau lambat aku akan mati juga. Ramuan itu membutuhkan waktu 1 minggu sebelum
nyawaku dicabut kan? Aku bisa melaporkannya pada polisi sebelum itu.” Tukas
Soonwoo sembari tersenyum pada wanita itu. Wanita
ini...benar-benar terkutuk.
“Kejam juga kau rupanya. Kau tidak memiliki rasa kasihan
pada keluargamu yang nantinya akan sangat kehilangan dirimu?”
“Bukankah dalam hal ini Ahjumma lebih kejam lagi? Toh
Ahjumma yang menghabisiku bukan aku yang menginginkannya.” Ujar Soonwoo tanpa
rasa takut sedikitpun.
“Apa sebenarnya yang kau inginkan??” Tanya Ahjumma itu
kesal.
“Ramuan cinta...ada rahasia apa sehingga Ahjumma tidak bisa
lagi memberikan ramuan cinta untuk orang yang menginginkan pria?”
Pria tampan.
Lanjut Soonwoo dalam hati.
Wanita itu, dengan berat hati, akhirnya mengangkat suaranya.
“Ada dua gadis yang mendatangi tempat ini lama sebelum kau datang. Yang satunya
menginginkan seorang pria yang dicintainya dan yang satunya lagi yang menjadi
alasan kenapa aku tidak bisa memberikan ramuan ini padamu. Puas? Aku takkan
memberitahukan apapun lagi padamu. Terserah kau mau menjebloskanku ke penjara
atau tidak. Toh, nyawamu sudah ada dalam genggamanku.”
Jadi itulah alasan
kenapa Taemin tidak menyukai Hyora. Tapi apa itu maksudnya...Hyora yang meminta
ramuan itu? Ani...dia bukan gadis seperti itu...
“Apa yang kau lakukan? Cepat keluar!” Suruh wanita itu.
Soonwoopun langsung melangkah keluar dari ruangan itu meskipun masih banyak
pertanyaan di benaknya.
Ani...Han Hyora bukan
gadis seperti itu...dia tak mungkin meminta ramuan itu...tapi, bagaimana jika
dia benar-benar meminumnya? Dia bahkan mendatangi tempat ini sekali lagi. Untuk
apalagi selain meminta ramuan penawarnya? Dia pasti sudah menyesal dengan apa
yang dilakukannya.
“Pikiran macam apa ini?” Gumam Soonwoo sembari memegang
kedua pelipisnya.
Pasti Han Hyora yang
memintanya. Salah satu dari kedua gadis itu jelas adalah Han Hyora.
“Ani...Han Hyora tak mungkin melakukan hal seperti itu!”
Bantah Soonwoo pada pikirannya sendiri.
Kau itu terlalu naif!
Kalau Han Hyora memang gadis seperti itu kau mau apa? Buka matamu! Kau seperti
ini karena sihir itu! Harusnya kau melawannya dan laporkan pada Kim Sunbaenim
apa yang sudah kau dapat! Berita ini bisa menjadi headline utama di seluruh
dunia! Han Hyora, gadis itu benar-benar sudah berakhir!
“Aku...tak mungkin melakukan hal itu..”
Lalu untuk apa kau
sampai sejauh ini? Kau ingin membuang semuanya begitu saja?
“Lalu kenapa kalau aku membuang semuanya begitu saja!? Apa
yang ingin kau lakukan padaku HAH!?” Bentak Soonwoo pada dirinya sendiri.
Beberapa gadis yang sedang berada di jalanan tempat dia berjalan melihatnya
aneh.
“Ada apa dengan pria itu? Dia tampan, tapi sepertinya agak
tidak waras..” Ucap salah satu gadis itu.
“Sayang sekali, seseorang dengan wajah seperti itu..”
“Apa yang kalian lihat, hah!?” Bentak Soonwoo kepada kedua
gadis itu. Mereka lalu mempercepat jalan mereka.
“Jinjja...ada apa dengan orang itu??”
“Aku...sepertinya sudah menjadi orang yang benar-benar
bodoh...” Ucap Soonwoo. Dia menggenggam erat rekaman yang sudah berhasil di
dapatnya dan membuangnya ke tempat sampah. Sedangkan di sisi lain, Han Hyora
sedang memakan mawarnya.
***
*Author PoV*
Soonwoo melangkah memasuki kantornya dengan langkah gontai.
Sedari tadi dia berpikir keras alasan dibalik kenapa Han Hyora bisa meminum
ramuan tersebut saat Jinpyo menghampirinya.
“Soonwoo-ya~ bagaimana dengan misi kali ini? Kau berhasil? Apa
yang kau dapat? Benar gadis itu yang meminta ramuan tersebut?”
“Molla...” Ucap Soonwoo tak bersemangat.
“Melihat reaksimu seperti ini. Sepertinya benar dugaanku.
Sudah kubilang, kau itu terlalu naif! Jadi...”
“Hyung...” Ujar Soonwoo memotong kalimat Jinpyo.
“Jebal...jangan mengungkit-ungkit gadis itu di depanku lagi. Aku sedang
benar-benar tidak bersemangat untuk menghajar hyung. Dan
jangan...mengungkit-ungkit kasus ini lagi. Eo?”
“Neo...” Jinpyo menatap Soonwoo tak percaya. “Ya, lawan
perasaan cintamu itu imma! Kau tahu kau itu hanyalah 1 di antara sekian
banyaknya pria yang terkena sihir itu! Pengorbanan bodohmu itu takkan membuat
gadis itu jatuh cinta padamu!”
“Lalu kenapa kalau dia tidak jatuh cinta padaku?” Tanya
Soonwoo marah. “Kalau bisa...kalau bisa aku melawan perasaan sialan ini juga
aku akan melakukannya! Aku tidak peduli dia akan jatuh cinta padaku atau tidak,
setidaknya bukan aku yang menjadi alasan dari rasa sakitnya! Jadi, jauhi aku
dari kasus Han Hyora. Aku tidak ingin melihat wajah gadis itu lagi...Kalau aku
melihatnya, aku mungkin bisa gila.”
***
*Author PoV*
“Jongin-ah ada apa denganmu?” Tanya Baekhyun pada Kai
seselesainya mereka dari sebuah acara reality show.
“Aku? Kurasa aku baik-baik saja.”
“Ya! Kau jelas-jelas terlihat tidak fokus selama acara
berlangsung! Kemana pikiranmu melayang??” Tanya Suho kesal.
Han Hyora... Batin
Kai.
“Gara-gara kau...kita kacau tadi! Ada apa denganmu? Apa kau
sedang ada masalah?” Kesal Baekhyun.
“Mianhaeyo hyung. Aku akan mencoba fokus untuk acara
selanjutnya...”
“Aah...jinjja! Sebaiknya kau pegang kata-katamu itu!” Ucap
Baekhyun.
Sedangkan Kai semakin stress. Aku...kurasa aku akan gila kalau terus seperti ini!
***
*Han Hyora PoV*
“Hyora-ya...” Seseorang memanggilku. Aku menoleh. Taemin.
Seketika jantungku berdebar.
“Ne?” Tanyaku kemudian.
“Aku ingin bicara denganmu...” Ucapnya kemudian berjalan
keluar dari ruangan backstage. Akupun mengikutinya.
“Ada apa?”
“Perasaanmu...itu merupakan beban bagiku...”
Deg.
“Aku benar-benar tidak memiliki perasaan apapun padamu.
Bahkan sedikitpun.”
Ara.
“Jadi bisakah kau melupakan perasaanmu padaku? Aku...menyukai Yura.”
“Ara...” Ujarku, berusaha menahan air mataku.
“Kalau kau sudah mengetahuinya kenapa kau masih saja
menyimpan perasaanmu padaku? Gara-gara dirimu, Yura tidak mau menerima
perasaanku. Dan semua anggota SHINee juga jadi kacau gara-gara kamu!”
Berhenti. Kumohon...
“Kau menangis?” Tanya
Taemin.
“Ani...aku hanya sedikit mengantuk.” Ucapku berbohong.
“Sekarang kau mengerti kan? Perasaan Kibum dan Minho hyung?
Aku bahkan belum mengucapkan semuanya dan kau sudah menangis?” Ujar Taemin
tajam.
Aku...tak memiliki
pilihan lain selain mengatakannya.
“Berhentilah menangis. Aku tak tahan melihat air matamu.”
Tukas Taemin lalu melangkah pergi.
Han Hyora...inilah
hukumanmu...
“Han Hyora?”
Aku menoleh. G-Dragon.
“Kau menangis?” Tanya G-Dragon melihat air mataku.
“Ani...aku tadi menguap.” Kataku berbohong lalu berbalik.
Aku baru ingin berjalan saat G-Dragon memegang tanganku.
“Siapa yang membuatmu menangis? Aku akan membunuhnya!” Ucap
G-Dragon sembari mengacungkan tinjunya. Dia lalu tersenyum padaku. “Kau tahu,
Oppa ini benar-benar kuat.”
“Na gwaenchana..jinjjayo Oppa. Aku hanya menguap, itu saja.”
Tukasku sembari berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.
“Eii...jangan bohong.” Ujar G-Dragon tanpa melepas
genggamannya. “Katakan padaku siapa orangnya, aku akan benar-benar membalasnya
setimpal dengan apa yang sudah dilakukannya padamu.
“Dia bilang dia hanya menguap.” Seru Kai yang lalu melepas
genggaman G-Dragon di tanganku lalu menggenggam tanganku. “Ya, kan?”
“Eo...” Jawabku gugup.
Kai lalu menarik tanganku dan berjalan menjauh dari
G-Dragon.
“Gomawo...” Ujarku padanya.
“Eo...” Balas Kai.
“Jawaban untuk pernyataan Oppa...kurasa aku bisa menjawabnya
sekarang.”
“Kau...menolakku?”
“Ani...aku menerima Oppa. Ayo kita pacaran.” Ucapku padanya.
“Jinjja?” Tanyanya sembari menatapku tak percaya. Aku
mengangguk. Kai lalu memelukku lembut.
“Gomawo...”
“Gomawo...”
“Tapi Oppa tahu kan? Hatiku masih milik Taemin Oppa.
Jadi...”
“Ara...” Ucapnya memotong perkataanku. Aku dapat merasakan
dia menggenggam baju belakangku dengan tangan gemetar. “Aku akan menunggumu...aku akan menunggu
sampai kau melupakan Taemin hyung dan aku akan pelan-pelan memenuhi hatimu.”
Aku tersenyum. “Baiklah. Aku akan menunggunya...”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar